Di Tengah Pandemi, Pedagang Pasar Ciputat Minta Revitalisasi Ditunda
Senin, 22 Juni 2020 - 16:05 WIB
loading...
Aktivitas pedagang di Pasar Ciputat, Tangsreng Selatan. Foto/Hambali/Okezone
A
A
A
TANGERANG KOTA - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan akan tetap melangsungkan revitalisasi pasar Ciputat dalam waktu dekat. Namun upaya itu menuai pro-kontra, mengingat saat ini kondisi pendapatan para pedagang tengah lesu imbas pandemi Covid-19 .
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel akan menggusur lapak-lapak pedagang pada akhir Juni 2020. Mereka akan direlokasi sementara waktu ke bagian sisi Plaza Ciputat, tak jauh dari lokasi awal.
Satu sisi, revitalisasi pasar Ciputat memang menjadi kebutuhan mendesak. Mengingat bangunan yang ada saat ini terlihat memprihatinkan dan kumuh. Banyak lapak semi permanen yang justru berdiri di bahu jalan, hingga memersempit ruas jalan yang ada.
Namun di sisi lain, jika proses itu dimulai saat pandemi ini maka bukan tidak mungkin beban yang ditanggung para pedagang akan bertambah. Sebab, sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 2-3 bulan terakhir omset mereka rata-rata anjlok karena sepinya pembeli.
"Kalau bisa jangan saat ini (relokasi), karena kalau dipindah otomatis pembeli langganan cari-cari lagi. Apalagi lagi musim Corona begini, pendapatan kita menurun dibanding waktu normal, sekitar 30 sampai 40 persen," tutur Arif (45), pedagang ikan dan cumi asin ini di Tangsel, Senin (22/6/2020).
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel akan menggusur lapak-lapak pedagang pada akhir Juni 2020. Mereka akan direlokasi sementara waktu ke bagian sisi Plaza Ciputat, tak jauh dari lokasi awal.
Satu sisi, revitalisasi pasar Ciputat memang menjadi kebutuhan mendesak. Mengingat bangunan yang ada saat ini terlihat memprihatinkan dan kumuh. Banyak lapak semi permanen yang justru berdiri di bahu jalan, hingga memersempit ruas jalan yang ada.
Namun di sisi lain, jika proses itu dimulai saat pandemi ini maka bukan tidak mungkin beban yang ditanggung para pedagang akan bertambah. Sebab, sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 2-3 bulan terakhir omset mereka rata-rata anjlok karena sepinya pembeli.
"Kalau bisa jangan saat ini (relokasi), karena kalau dipindah otomatis pembeli langganan cari-cari lagi. Apalagi lagi musim Corona begini, pendapatan kita menurun dibanding waktu normal, sekitar 30 sampai 40 persen," tutur Arif (45), pedagang ikan dan cumi asin ini di Tangsel, Senin (22/6/2020).
Lihat Juga :