Ganjar Ungkap Cara Ampuh Cegah Korupsi dan Pungli di Jawa Tengah
Jum'at, 20 Mei 2022 - 21:02 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuka Jambore Nasional Komunitas Penyuluh Anti Korupsi (Kompaksi) se-Indonesia di Wisata Goa Kreo, Semarang. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut perilaku korup bisa dilakukan siapa saja. Namun, korupsi bisa dicegah dengan memberikan contoh-contoh baik dari tingkat paling atas.
Ganjar menyampaikan itu, saat membuka Jambore Nasional Komunitas Penyuluh Anti Korupsi (Kompaksi) se-Indonesia yang digelar di Wisata Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.
Baca juga: Ke Aceh, Ganjar Diberi Gelar Teuku Ganjar Pranowo
"Bahasa saya, kalau top leadernya tidak tegas, maka yang di bawahnya pasti akan goyah. Tapi kalau di atasnya semuanya tegas, insya Allah yang di bawahnya pasti ikut," ujarnya usai acara, Jumat (20/5/2022).
Pada kesempatan ini, Ganjar juga mengajarkan kepada peserta untuk berani dan tegas terhadap segala bentuk perilaku menyimpang, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, suap dan lainnya yang merugikan masyarakat.
Hal tersebut bisa dimulai dari pendidikan sejak dini. Jadi, lanjut Ganjar, edukasi anti korupsi tidak harus masuk ke pelajaran dan kurikulum. Tetapi bisa dicontohkan dengan bersikap dan berperilaku jujur dan adil.
"Tadi juga disampaikan arahan, satu melalui sistem pendidikan yang ada. Tidak harus melulu dengan kurikulum khusus tapi bisa diesensikan ke mata kuliah atau mata pelajaran yang ada," tutur Ganjar.
Ganjar menyampaikan itu, saat membuka Jambore Nasional Komunitas Penyuluh Anti Korupsi (Kompaksi) se-Indonesia yang digelar di Wisata Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.
Baca juga: Ke Aceh, Ganjar Diberi Gelar Teuku Ganjar Pranowo
"Bahasa saya, kalau top leadernya tidak tegas, maka yang di bawahnya pasti akan goyah. Tapi kalau di atasnya semuanya tegas, insya Allah yang di bawahnya pasti ikut," ujarnya usai acara, Jumat (20/5/2022).
Pada kesempatan ini, Ganjar juga mengajarkan kepada peserta untuk berani dan tegas terhadap segala bentuk perilaku menyimpang, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, suap dan lainnya yang merugikan masyarakat.
Hal tersebut bisa dimulai dari pendidikan sejak dini. Jadi, lanjut Ganjar, edukasi anti korupsi tidak harus masuk ke pelajaran dan kurikulum. Tetapi bisa dicontohkan dengan bersikap dan berperilaku jujur dan adil.
"Tadi juga disampaikan arahan, satu melalui sistem pendidikan yang ada. Tidak harus melulu dengan kurikulum khusus tapi bisa diesensikan ke mata kuliah atau mata pelajaran yang ada," tutur Ganjar.
Lihat Juga :