Bupati Wajo Komitmen Beri Pembinaan ke Generasi Muda
Kamis, 19 Mei 2022 - 19:45 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud bersama peserta Pemilihan Duta Anak Tingkat Wajo 2022 di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (19/5/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
WAJO - Bupati Wajo , Amran Mahmud menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pembinaankepada generasi muda. Itu dilakukan untuk mempersiakan merekamenghadapi perkembangan zaman.
Itu disampaikan Bupati saat membuka Pemilihan Duta Anak Tingkat Wajo 2022 di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (19/5/2022). Kegiatan ini digelar Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Wajo.
Baca juga:Dewan Ingatkan Pemkab Wajo Tidak Terlena atas Torehan Opini WTP
Menurut Amran , pembinaan kepada anak yang diberikan secara masif sekaligus untuk meningkatkan potensi anak, serta membentuk karakter mereka.
"Apa yang kita laksanakan hari ini tentu sangat bermanfaat untuk pembentukan karakter dan kepribadian anak-anak kita. Kita berharap pembekalan yang diberikan melalui Pemilihan Duta Anak ini bisa menjadi pengalaman dan pegangan bagi mereka untuk menghadapi era 4.0 yang mungkin dalam waktu dekat akan segera memasuki era 5.0," ujarnya.
Apalagi, lanjutnya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah menjadi Undang-Undang 35 Tahun 2014 mengatur tentang Pemenuhan Hak Partisipasi Anak.
"Dalam pasal 4 undang-undang tersebut dijelaskan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," tuturnya.
Baca juga:Amran Mahmud Paparkan Potensi Wajo di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar
Orang nomor satu di Bumi Lamadukelleng itu pun mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Sosial P2KBP3A Wajo serta seluruh panitia, khususnya dari Forum Anak Tomaradeka Wajo atas pelaksanaan kegiatan ini.
"Kepada seluruh finalis yang akan berlomba nantinya, saya ucapkan selamat berlomba, selamat berkompetisi. Miliki terus semangat untuk mau juara dan mau unggul. Kepada yang juara nantinya, saya harapkan untuk tidak cepat puas dan terus belajar. Begitupun kepada yang belum juara agar lebih memperbaiki kekurangan dan terus menambah wawasan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak Dinsos P2KBP3A Wajo, Andi Satriani, menyampaikan, kegiatan ini diikuti perwakilan anak dari utusan sekolah SMP/MTs/SMA/MA yang telah mengikuti seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Ada 16 orang lolos ke tahap grand final hari ini.
Baca juga:Selamat! Pemkab Wajo Sabet Predikat Opini WTP ke-9
Satriani menjelaskan tahapan seleksi dimulai pada 21 April 2022 hingga 18 Mei 2022. Pada grand final hari ini, para finalis diminta memaparkan program kerja, penampilan bakat, serta tanya jawab dari dewan juri.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati atas kesediaannya hadir dan membuka acara kami ini," pungkasnya.
Itu disampaikan Bupati saat membuka Pemilihan Duta Anak Tingkat Wajo 2022 di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (19/5/2022). Kegiatan ini digelar Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Wajo.
Baca juga:Dewan Ingatkan Pemkab Wajo Tidak Terlena atas Torehan Opini WTP
Menurut Amran , pembinaan kepada anak yang diberikan secara masif sekaligus untuk meningkatkan potensi anak, serta membentuk karakter mereka.
"Apa yang kita laksanakan hari ini tentu sangat bermanfaat untuk pembentukan karakter dan kepribadian anak-anak kita. Kita berharap pembekalan yang diberikan melalui Pemilihan Duta Anak ini bisa menjadi pengalaman dan pegangan bagi mereka untuk menghadapi era 4.0 yang mungkin dalam waktu dekat akan segera memasuki era 5.0," ujarnya.
Apalagi, lanjutnya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah menjadi Undang-Undang 35 Tahun 2014 mengatur tentang Pemenuhan Hak Partisipasi Anak.
"Dalam pasal 4 undang-undang tersebut dijelaskan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," tuturnya.
Baca juga:Amran Mahmud Paparkan Potensi Wajo di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar
Orang nomor satu di Bumi Lamadukelleng itu pun mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Sosial P2KBP3A Wajo serta seluruh panitia, khususnya dari Forum Anak Tomaradeka Wajo atas pelaksanaan kegiatan ini.
"Kepada seluruh finalis yang akan berlomba nantinya, saya ucapkan selamat berlomba, selamat berkompetisi. Miliki terus semangat untuk mau juara dan mau unggul. Kepada yang juara nantinya, saya harapkan untuk tidak cepat puas dan terus belajar. Begitupun kepada yang belum juara agar lebih memperbaiki kekurangan dan terus menambah wawasan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak Dinsos P2KBP3A Wajo, Andi Satriani, menyampaikan, kegiatan ini diikuti perwakilan anak dari utusan sekolah SMP/MTs/SMA/MA yang telah mengikuti seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Ada 16 orang lolos ke tahap grand final hari ini.
Baca juga:Selamat! Pemkab Wajo Sabet Predikat Opini WTP ke-9
Satriani menjelaskan tahapan seleksi dimulai pada 21 April 2022 hingga 18 Mei 2022. Pada grand final hari ini, para finalis diminta memaparkan program kerja, penampilan bakat, serta tanya jawab dari dewan juri.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati atas kesediaannya hadir dan membuka acara kami ini," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :