Tangkal Radikalisme dan Intoleran, Kapolda Gorontalo: Penyuluh Agama Harus Melek Digital
Rabu, 18 Mei 2022 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal polisi bintang dua itu mengharapkan agar para penyuluh agama juga melek digital, sekaligus mampu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar tidak menjadi korban hoaks dan informasi sesat di dunia maya.
Apalagi sampai menjadi target operasi agitasi propaganda kelompok radikal, intoleran ekstremisme.
Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk ke Singapura, Reaksi Gubernur Riau Mengejutkan
"Saat ini dengan dimudahkan kita dalam informasi ada paham-paham radikal yang selalu eksis di media sosial, sehingga kita semua harus benar-benar bisa mengantisipasi hal-hal tersebut," tuturnya.
Sementara Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Gorontalo Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol Didik Novi Rahmanto menyampaikan, bahwa salah satu faktor penyebab munculnya intoleransi dan radikalisme adalah rasa tidak nyaman.
Apalagi sampai menjadi target operasi agitasi propaganda kelompok radikal, intoleran ekstremisme.
Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk ke Singapura, Reaksi Gubernur Riau Mengejutkan
"Saat ini dengan dimudahkan kita dalam informasi ada paham-paham radikal yang selalu eksis di media sosial, sehingga kita semua harus benar-benar bisa mengantisipasi hal-hal tersebut," tuturnya.
Sementara Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Gorontalo Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol Didik Novi Rahmanto menyampaikan, bahwa salah satu faktor penyebab munculnya intoleransi dan radikalisme adalah rasa tidak nyaman.
Lihat Juga :