Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Tewaskan 7 Orang di Karawang, Polisi Gunakan Metode TAA
Selasa, 17 Mei 2022 - 12:46 WIB
loading...
Ilustrasi kecelakaan maut di Karawang. Foto: Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Polisi masih melakukan penyelidikan, untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut di Kabupaten Karawang, yang mengakibatkan 7 orang tewas.
Dalam upaya mengungkap insiden maut yang melibatkan sebuah mobil Elf tersebut, Satlantas Polres Karawang dibantu oleh Ditlantas Polda Jawa Barat menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA).
TAA merupakan metode dalam standar operasional prosedur (SOP) penanganan insiden kecelakaan lalu lintas. Lewat metode tersebut, penyebab kecelakaan dapat diketahui secara pasti.
Baca juga: Cerita Fitri Safitri, Tumpuan Keluarga yang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Karawang
"Itu sudah SOP penanganan laka lantas, metode untuk ungkap kecelakaan," ungkap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Selasa (17/5/2022).
Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan, pihaknya pun belum menetapkan tersangka dalam insiden maut itu dan masih fokus menyelesaikan penyelidikan.
"Dibutuhkan lagi pemeriksaan terkait data teknis dan segala faktor-faktor penyebab kecelakaan. Nanti setelah ada pemeriksaan faktor-faktor tersebut, baru ditentukan tersangkanya," jelasnya.
Dalam upaya mengungkap insiden maut yang melibatkan sebuah mobil Elf tersebut, Satlantas Polres Karawang dibantu oleh Ditlantas Polda Jawa Barat menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA).
TAA merupakan metode dalam standar operasional prosedur (SOP) penanganan insiden kecelakaan lalu lintas. Lewat metode tersebut, penyebab kecelakaan dapat diketahui secara pasti.
Baca juga: Cerita Fitri Safitri, Tumpuan Keluarga yang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Karawang
"Itu sudah SOP penanganan laka lantas, metode untuk ungkap kecelakaan," ungkap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Selasa (17/5/2022).
Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan, pihaknya pun belum menetapkan tersangka dalam insiden maut itu dan masih fokus menyelesaikan penyelidikan.
"Dibutuhkan lagi pemeriksaan terkait data teknis dan segala faktor-faktor penyebab kecelakaan. Nanti setelah ada pemeriksaan faktor-faktor tersebut, baru ditentukan tersangkanya," jelasnya.
Lihat Juga :