KKB Sulapa Eppae Pererat Tali Persaudaraan Lewat Halalbihalal
Senin, 16 Mei 2022 - 15:51 WIB
loading...
Suasana kegiatan halalbihalal yang dilaksanakan KKB Sulapa Eppae di Hall Andi Pangeran Pettarani Kampus UNM, Jalan Pendidikan, Makassar, Senin (16/5/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Kerukunan Keluarga Besar (KKB) Sulapa Eppae menggelar halalbihalal setelah Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Hall Andi Pangeran Pettarani Kampus UNM , Jalan Pendidikan, Makassar, Senin (16/5/2022).
Acara ini dihadiri ratusan pengurus dan keluarga besar Sulapa Eppae yang merupakan rumpun suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Acara ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan di dalamnya.
Baca juga: Rektor UNM Resmikan Gedung Serbaguna Kampus V Parepare Senilai Rp27,9 Miliar
Salah satu rangkaiannya adalah simposium atau pemaparan materi terkait penerapan sanitasi lingkungan rumah panggung pada masyarakat rawan banjir. Materi ini dipaparkan Wakil Ketua III KKB Sulapa Eppae, Prof Dr Bakhrani.
Dirinya meyampaikan bahwa sangat penting untuk menerapkan sanitasi lingkungan di wilayah yang rawan banjir namun masyarakatnya bermukim dengan menggunakan rumah panggung atau rumah kayu.
"Jadi unsur yang paling penting adalah air bersih karena merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya," paparnya.
Karena menurut Ketua LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, daerah yang rawan banjir pada lingkungan rumah panggung berisiko terhadap timbulnya berbagai penyakit, terutama penyakit berbasis lingkungan seperti diare.
Baca juga: Jelang UTBK SBMPTN, Rektor UNM Beri Arahan Kepada Pengawas
Sementara itu, Ketua Umum KKB Sulapa Eppae, Prof Musafir Pabbabari dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur karena rumpun Keluarga Besar Sulapa Eppae dari berbagai suku di Sulawesi Selatan bisa berkumpul.
"Alhamdulillah, kita semua masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi lagi setelah lebaran Idul Fitri. Kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan. Kita ingin tali persaudaraan harus tetap terjalin," ujar Musafir Pabbabari.
Dia juga menyebutkan, bahwa kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi agar keluarga dari empat rumpun yang ada di Sulawesi Selatan dan yang tidak kenal agar bisa saling mengenal satu sama lain.
Baca juga: Awali Aktivitas, Rektor UNM Halal Bihalal untuk Pererat Persaudaraan
Di sesi akhir kegiatan halalbihalal tersebut juga menghadirkan AKBP (Pol) dr Fajar Amansyah untuk membawakan ceramah dengan tema "Makna Halal Bihalal 1443 Hijriah di Era Milenial".
Setelah itu, Ketua Umum KKB Sulapa Eppae memberikan cindera mata kepada para pemateri, serta mengundang seluruh peserta untuk naik ke atas panggung berjabat tangan sebagai tanda mempererat tali persaudaraan, dan dilanjutkan dengan berfoto bersama.
Acara ini dihadiri ratusan pengurus dan keluarga besar Sulapa Eppae yang merupakan rumpun suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Acara ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan di dalamnya.
Baca juga: Rektor UNM Resmikan Gedung Serbaguna Kampus V Parepare Senilai Rp27,9 Miliar
Salah satu rangkaiannya adalah simposium atau pemaparan materi terkait penerapan sanitasi lingkungan rumah panggung pada masyarakat rawan banjir. Materi ini dipaparkan Wakil Ketua III KKB Sulapa Eppae, Prof Dr Bakhrani.
Dirinya meyampaikan bahwa sangat penting untuk menerapkan sanitasi lingkungan di wilayah yang rawan banjir namun masyarakatnya bermukim dengan menggunakan rumah panggung atau rumah kayu.
"Jadi unsur yang paling penting adalah air bersih karena merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya," paparnya.
Karena menurut Ketua LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, daerah yang rawan banjir pada lingkungan rumah panggung berisiko terhadap timbulnya berbagai penyakit, terutama penyakit berbasis lingkungan seperti diare.
Baca juga: Jelang UTBK SBMPTN, Rektor UNM Beri Arahan Kepada Pengawas
Sementara itu, Ketua Umum KKB Sulapa Eppae, Prof Musafir Pabbabari dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur karena rumpun Keluarga Besar Sulapa Eppae dari berbagai suku di Sulawesi Selatan bisa berkumpul.
"Alhamdulillah, kita semua masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi lagi setelah lebaran Idul Fitri. Kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan. Kita ingin tali persaudaraan harus tetap terjalin," ujar Musafir Pabbabari.
Dia juga menyebutkan, bahwa kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi agar keluarga dari empat rumpun yang ada di Sulawesi Selatan dan yang tidak kenal agar bisa saling mengenal satu sama lain.
Baca juga: Awali Aktivitas, Rektor UNM Halal Bihalal untuk Pererat Persaudaraan
Di sesi akhir kegiatan halalbihalal tersebut juga menghadirkan AKBP (Pol) dr Fajar Amansyah untuk membawakan ceramah dengan tema "Makna Halal Bihalal 1443 Hijriah di Era Milenial".
Setelah itu, Ketua Umum KKB Sulapa Eppae memberikan cindera mata kepada para pemateri, serta mengundang seluruh peserta untuk naik ke atas panggung berjabat tangan sebagai tanda mempererat tali persaudaraan, dan dilanjutkan dengan berfoto bersama.
(luq)
Lihat Juga :