Banjir Rob Berpotensi Terjang Pesisir Kepri, Perhatikan! Ini Imbauan BPBD
Minggu, 15 Mei 2022 - 21:46 WIB
loading...
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat mewaspadai potensi rob. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BATAM - Banjir rob berpotensi menerjang pesisir Kepulauan Riau (Kepri), selama empat hari ke depan, yakni 15-19 Mei 2022. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob tersebut.
Baca juga: Gelombang Hitam Tiba-tiba Terjang Daratan, Pengunjung dan Pedagang di Pantai Lebak Panik
"Stasiun BMKG Hang Nadim Batam, memprediksi fenomena banjir rob melanda sejumlah wilayah di pesisir Kepri," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepri, M. Hasbi.
Menurutnya banjir rob dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Baca juga: Dini Hari Pasukan TNI AD Bersenjata Lengkap Jalan Kaki Susuri Gang Kecil di Cirebon Cari Anggota Geng Motor
Apabila warga menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, diminta segera menghubungi instansi penanganan bencana terdekat. "Masyarakat harus selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari gelombang tinggi dan pasang maksimum air laut," ujarnya.
Baca juga: Gelombang Hitam Tiba-tiba Terjang Daratan, Pengunjung dan Pedagang di Pantai Lebak Panik
"Stasiun BMKG Hang Nadim Batam, memprediksi fenomena banjir rob melanda sejumlah wilayah di pesisir Kepri," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepri, M. Hasbi.
Menurutnya banjir rob dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Baca juga: Dini Hari Pasukan TNI AD Bersenjata Lengkap Jalan Kaki Susuri Gang Kecil di Cirebon Cari Anggota Geng Motor
Apabila warga menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, diminta segera menghubungi instansi penanganan bencana terdekat. "Masyarakat harus selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari gelombang tinggi dan pasang maksimum air laut," ujarnya.
Lihat Juga :