Peternakan Ayam Pemicu Bau dan Lalat Ternyata Tak Berizin, Diduga Milik Orang Kuat di Madiun

Minggu, 15 Mei 2022 - 13:29 WIB
loading...
Peternakan Ayam Pemicu...
Seorang wara Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menunjukkan lalat yang menyerbu rumahnya diduga berasal dari peternakan ayam di wilayah setempat.Foto/Arif Wahyu
A A A
MADIUN - Peternakan ayam penyebab bau menyengat dan serbuan lalat ke rumah warga di Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Madiun ternyata tak berizin. Meski demikian, peternakan yang dikeluhkan warga itu bisa beroperasi bertahun-tahun karena pemiliknya diduga orang kuat di Madiun.

Hingga akhirnya warga, khususnya emak-emak mengirimkan ribuan lalat ke kantor Kecamatan Dolopo sebagai bentuk protes dan "bagi rasa" kepada para pejabat di tingkat kecamatan.

Baca juga: Madiun Geger! Emak-emak Hadiahi Ribuan Lalat ke Camat gara-gara Pencemaran Peternakan Ayam

Tidak adanya ijin peternakan itu disampaikan langsung Kepala Desa Doho, Markuat. "Tidak ada Izin mas, terus desa sudah melangkah dengan cara mengumpulkan warga sekitar dengan peternak, bersepakat untuk relokasi atau berhenti dengan jangka waktu 1 bulan," katanya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (14/05/2022).

Markuat menuturkan telah memfasilitasi pertemuan antara peternak dengan warga yang disaksikan pemerintah desa hingga Bhabinkamtibmas pada 9 Maret 2022 lalu. Hasilnya, saat itu peternakan harus direlokasi dalam waktu satu bulan ke depan ke lokasi lain. Namun faktanya, peternakan ayam petelur tersebut masih beroperasi seperti biasa.

"Setelah 1 bulan tidak ada realisasi, dan kemarin sudah saya ingatkan lagi untuk segera mengosongkan kandang dan saya beri waktu 5 hari sejak kemarin, kita tunggu aja," tambah Markuat.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun Sumanto, mengaskan jarak ideal antara peternakan dengan pemukiman warga adalah lima ratus meter. Hal itu sesuai regulasi dan harus ditaati agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Alasannya peternakan seringkali menimbulkan bau dan hal lain yang dapat mengganggu kenyamanan warga jika dekat pemukiman.

"Saran dari DKPP peternakan itu karena menimbulkan bau dan sebagainya dan ketidaknyamanan, jaraknya idealnya ya 500 meter dari pemukiman kalau menurut hemat kami, Itu kan jaraknya mepet. Itu kalau secara regulasi jarak dari pemukiman memang 500 meter. Itu kan bersosialisasi dengan orang lain, tidak boleh mementingkan diri sendiri," jelas Sumanto.

Pejabat yang juga menjabat sebagai staf ahli Bupati Madiun itu menyarankan agar peternak untuk merelokasi ternaknya jika memang ingin meneruskan usahanya. Namun semua diserahkan ke lingkungan masing-masing, karena pihaknya mengaku tak memiliki kewenangan.

Warga setempat, Musthofa mengaku telah mengeluhkan keberadaan peternakan ayam itu sejak lama. Bahkan dia bersama warga lain pernah berkirim surat keberatan kepada Satpol PP Kabupaten Madiun pada 15 Februari lalu. Namun pihaknya menyayangkan tim Satpol PP hanya berkunjung ke lokasi peternakan pada 22 Februari, seolah tanpa ada tindak lanjut.

"Saya dan warga sudah mengirim surat keberatan terkait peternakan ayam itu ke satpol PP. Tanda tangan yang menerima ada. Mereka trus datang, gak tau apa yang di lakukan wong sampai sekarang baunya masih menyengat dan lalatnya masih masuk ke rumah saya. Seperti saya yang ternak lalat," keluh Musthofa sambil menggelengkan kepala.

Informasi yang didapat awak media menyebutkan jika salah satu dari dua peternakan tersebut milik tokoh dan orang kuat di Kabupaten Madiun. Hal itulah yang diduga banyak pihak dan warga sekitar membuat aparat terkait lambat memberikan penanganan meski telah dikeluhkan.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Madiun, Didik Harianto saat dikonfirmasi mengatakan akan melakukan pengawasan dan pengamatan ke lokasi. Pihaknya membantah ada ewuh pakewuh atau segan melakukan penindakan karena dugaan salah satu pemiliknya orang kuat di Madiun.

"Ndak lah. Satpol berjalan berdasarkan Perda maupun Perbup, tetap jalan sesuai regulasi yang ada di kabupaten Madiun. Sesuai mekanisme di perda ada peringatan peringatan, Sampai penutupan. Bunyinya kan setiap orang dan seterusnya. Jadi tidak ada ewuh pakewuh dan lainnya," ujar Didik.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Infrastruktur Dinilai...
Infrastruktur Dinilai Belum Siap, Investasi Peternakan Ayam Disarankan Ditunda
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi...
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi Syariah Berkeadilan untuk Indonesia Sejahtera
2 Jenderal TNI Kelahiran...
2 Jenderal TNI Kelahiran Madiun yang Berkarier Moncer, Ini Profilnya
PPP Kota Madiun Tegaskan...
PPP Kota Madiun Tegaskan Dukungan untuk Mardiono dan Serukan Muktamar Kondusif
Prada BC Ukir Prestasi...
Prada BC Ukir Prestasi di Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Madiun Cup 2025
Tingkatkan Layanan Nasabah,...
Tingkatkan Layanan Nasabah, Bank Jatim Resmikan Kantor Cabang Caruban
Kasus Pemerasan Maidi,...
Kasus Pemerasan Maidi, KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun sebagai Saksi
Geledah Kantor PMPTSP...
Geledah Kantor PMPTSP Kota Madiun, KPK Sita Uang Ratusan Juta
KPK Ungkap Wali Kota...
KPK Ungkap Wali Kota Madiun Terima Duit dengan Modus CSR
Rekomendasi
MNC Sekuritas Ajak Investor...
MNC Sekuritas Ajak Investor Pahami Saham Syariah lewat Webinar Gratis Beli Saham Syariah
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Berita Terkini
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Dishub DKI Siapkan Rekayasa...
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI saat Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Infografis
Tentara Ukraina Tak...
Tentara Ukraina Tak Mau di Garis Depan dan Bertempur Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved