Tinggalkan Rapat di DPRD Luwu Tanpa Izin, Pimpinan BMS Disebut Kurang Etika
Kamis, 12 Mei 2022 - 20:56 WIB
loading...
Kantor DPRD Luwu. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu menyayangkan sikap Site Manager PT Bumi Mineral Sawerigading (BMS), Sulkifli yang meninggalkan ruang rapat tanpa seizin pimpinan rapat.
Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali bahkan menyebutkan sikap yang ditunjukan pimpinan BMS tersebut tidak rasional dan tidak beretika.
Baca juga:BK Diminta Proses Dugaan Kekerasan Dilakukan Wakil Ketua II DPRD Lutim
"Tentu kalau bicara persoalan dinamika forum, itu tidak rasional dan itu dianggap kurang etika dalam forum," ujar Ketua DPRD Luwu , Rusli Sunali, yang juga pimpinan rapat saat itu.
"Memang kurang etis, mungkin karena persoalan emosi ," ujarnya lagi.
Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Luwu menghadirkan sejumlah pimpinan perusahaan di Luwu, di antaranya, Wings Group, PT SGS, PT Masmindo Dwi Area, termasuk PT BMS dengan mahasiswa dan masyarakat, Kamis (12/5).
RDP ini juga merupakan tindak lanjut sikap DPRD Luwu atas aksi mahasiswa dan masyarakat yang mempertanyakan sejumlah hal terkait keberadaan sejumlah perusahaan di Kabupaten Luwu.
Dalam RDP ini, diakui Ketua DPRD, terjadi saling debat antara sejumlah pimpinan atau perwakilan perusahaan yang hadir dengan pembawa aspirasi.
Baca juga:Oknum Legislator Lutim Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Pegawai SPBU
Di antaranya, dengan pimpinan PT BMS yang dihadiri oleh Site Manager PT BMS, Sulkifli. Namun sayangnya, pimpinan BMS meninggalkan ruang rapat saat rapat masih berlangsung.
"Saya pimpinan rapat, dia keluar tanpa izin. Hanya dia sampaikan akan keluar kemudian dia langsung tinggalkan ruang rapat, karena menurut dia ada yang diselesaikan dan mendesak. Setelah dia bicara langsung dia tinggalkan tempat," ujar Rusli Sunali.
"Tetap kita rekomendasikan untuk lanjutkan pertemuan di Komisi 3, tergantung waktunya Komisi. Kita akan memanggil lagi lewat Komisi," lanjut legislator PPP ini.
Rusli Sunali menyampaikan, tuntutan mahasiswa, pertama, terkait kesejahteraan buruh dan karyawan di Luwu, terkait dengan insiden meninggalnya karyawan PT SGS dan perusahaan Wings Group di Kecamatan Bua.
Baca juga:Karyawan Pabrik Kayu Lapis yang Tewas Karena Tindakan Tidak Aman
"Itu yang mau diklarifikasi adik-adik mahasiswa. Orietasi mahasiswa ini untuk kepentingan masyarakat, ini yang mereka perjuangkan," kuncinya.
Dikonfirmasi SINDOnews, Site Manager PT BMS Sulkifli enggan memberikan penjelasan terlalu jauh. "Daripada debat kusir, mending walk out," tulisannya dalam pesan singkat WhatsApp.
Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali bahkan menyebutkan sikap yang ditunjukan pimpinan BMS tersebut tidak rasional dan tidak beretika.
Baca juga:BK Diminta Proses Dugaan Kekerasan Dilakukan Wakil Ketua II DPRD Lutim
"Tentu kalau bicara persoalan dinamika forum, itu tidak rasional dan itu dianggap kurang etika dalam forum," ujar Ketua DPRD Luwu , Rusli Sunali, yang juga pimpinan rapat saat itu.
"Memang kurang etis, mungkin karena persoalan emosi ," ujarnya lagi.
Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Luwu menghadirkan sejumlah pimpinan perusahaan di Luwu, di antaranya, Wings Group, PT SGS, PT Masmindo Dwi Area, termasuk PT BMS dengan mahasiswa dan masyarakat, Kamis (12/5).
RDP ini juga merupakan tindak lanjut sikap DPRD Luwu atas aksi mahasiswa dan masyarakat yang mempertanyakan sejumlah hal terkait keberadaan sejumlah perusahaan di Kabupaten Luwu.
Dalam RDP ini, diakui Ketua DPRD, terjadi saling debat antara sejumlah pimpinan atau perwakilan perusahaan yang hadir dengan pembawa aspirasi.
Baca juga:Oknum Legislator Lutim Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Pegawai SPBU
Di antaranya, dengan pimpinan PT BMS yang dihadiri oleh Site Manager PT BMS, Sulkifli. Namun sayangnya, pimpinan BMS meninggalkan ruang rapat saat rapat masih berlangsung.
"Saya pimpinan rapat, dia keluar tanpa izin. Hanya dia sampaikan akan keluar kemudian dia langsung tinggalkan ruang rapat, karena menurut dia ada yang diselesaikan dan mendesak. Setelah dia bicara langsung dia tinggalkan tempat," ujar Rusli Sunali.
"Tetap kita rekomendasikan untuk lanjutkan pertemuan di Komisi 3, tergantung waktunya Komisi. Kita akan memanggil lagi lewat Komisi," lanjut legislator PPP ini.
Rusli Sunali menyampaikan, tuntutan mahasiswa, pertama, terkait kesejahteraan buruh dan karyawan di Luwu, terkait dengan insiden meninggalnya karyawan PT SGS dan perusahaan Wings Group di Kecamatan Bua.
Baca juga:Karyawan Pabrik Kayu Lapis yang Tewas Karena Tindakan Tidak Aman
"Itu yang mau diklarifikasi adik-adik mahasiswa. Orietasi mahasiswa ini untuk kepentingan masyarakat, ini yang mereka perjuangkan," kuncinya.
Dikonfirmasi SINDOnews, Site Manager PT BMS Sulkifli enggan memberikan penjelasan terlalu jauh. "Daripada debat kusir, mending walk out," tulisannya dalam pesan singkat WhatsApp.
(luq)
Lihat Juga :