Pelaku Penculikan 10 Anak Diringkus, Korban Diduga Alami Pencabulan
Kamis, 12 Mei 2022 - 17:38 WIB
loading...
Pelaku penculikan 10 anak berinisial A (28) ditangkap polisi. Salah satu korbannya mengaku mengalami dugaan pencabulan oleh pelaku. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Pelaku penculikan 10 anak berinisial A (28) sudah ditangkap polisi. Salah satu korbannya mengaku mengalami dugaan pencabulan oleh pelaku.
"Kalau motifnya dari keterangan anak yang diculik mereka mengalami dugaan pencabulan. Sementara yang kami dapatkan baru satu anak yang mengatakan demikian," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan, Kamis (12/5/2022).
Baca juga: Pelaku Penculikan 10 Anak Ditangkap di Jaksel
Pelaku berhasil ditangkap di salah satu masjid wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di lokasi, polisi mendapati 10 anak yang menjadi korban penculikan. 10 anak yang diculik berasal dari wilayah Bogor, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
"9 anak itu satu rombongan dari Jakarta Pusat dan yang 1 hilang di Jakarta Selatan," katanya.
Dari pemeriksaan sementara, modus pelaku hampir semua sama yakni menakut-nakuti para korban dengan mengaku sebagai polisi. "Jadi pelaku modusnya mengaku sebagai anggota Polri terus bujuk rayu, melakukan tipu daya. Kemudian, mereka nurut karena ditakut-takuti mereka melanggar prokes tidak memakai masker," ungkap Siswo.
"Kalau motifnya dari keterangan anak yang diculik mereka mengalami dugaan pencabulan. Sementara yang kami dapatkan baru satu anak yang mengatakan demikian," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan, Kamis (12/5/2022).
Baca juga: Pelaku Penculikan 10 Anak Ditangkap di Jaksel
Pelaku berhasil ditangkap di salah satu masjid wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di lokasi, polisi mendapati 10 anak yang menjadi korban penculikan. 10 anak yang diculik berasal dari wilayah Bogor, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
"9 anak itu satu rombongan dari Jakarta Pusat dan yang 1 hilang di Jakarta Selatan," katanya.
Dari pemeriksaan sementara, modus pelaku hampir semua sama yakni menakut-nakuti para korban dengan mengaku sebagai polisi. "Jadi pelaku modusnya mengaku sebagai anggota Polri terus bujuk rayu, melakukan tipu daya. Kemudian, mereka nurut karena ditakut-takuti mereka melanggar prokes tidak memakai masker," ungkap Siswo.
Lihat Juga :