Ingin Investasi di Banten, Investor Disambut Karpet Merah
Selasa, 10 Mei 2022 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Berkat kegigihan Pemerintah Provinsi Banten dalam mempromosikan potensi investasi daerah, Banten mengalami tren peningkatan dalam investasi yang dibuktikan dengan capaian realisasi investasi tahun 2021 yang mengukuhkan Provinsi Banten di peringkat ke-4 secara nasional. Dalam 4 tahun terakhir, realisasi investasi di Banten juga cenderung mengalami peningkatan.
Pada tahun 2018, realisasi investasi sebesar Rp56,52 triliun dari target Rp52,40. Lalu di Tahun 2019 sempat mengalami penurunan yakni Rp48,70 triliun dari target Rp60,80 triliun, Tahun 2020 meningkat lagi menjadi Rp62,01 triliun dari target Rp49 triliun, dan Tahun 2021 sebesar Rp58 triliun dari target Rp51,30 triliun.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, tingginya capaian nilai investasi di Banten menunjukkan investor merasakan langsung berbagai kebijakan dan pembangunan yang dilakukan pihaknya sangat menunjang sektor usaha mereka. Di samping itu, kata dia, Banten juga memiliki bonus letak geografis yang sangat strategis yang sangat menguntungkan.
“Pertama soal infrastruktur yang sangat memadai dan menunjang usaha investor seperti akses jalan yang baik, suplai listrik, air bersih dan energi yang aman bagi kelangsungan usaha mereka,” terang Komarudin saat menerima Piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu.
Untuk mendorong kegiatan investasi barang dan jasa, kata dia, sejak 4 tahun terakhir Pemprov Banten telah melakukan pembangunan berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan provinsi, tol, jalan akses wisata, hingga pembangunan waduk penyedia air baku untuk industry, dan warga. Saat ini akses jalan Provinsi dalam kondisi mantap yang telah mencapai 99 persen dari 762,026 km.
Pemerintah pusat juga telah menetapkan dan merealisasikan beberapa proyek strategis nasional diantaranya Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 Km sebagai akses wisata kawasan Lebak dan Pandeglang.
Untuk kebutuhan air baku dan energi, telah terbangun Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang dan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak. Bendungan Sindangheula mampu menyediakan kebutuhan air baku hingga 800 liter per detik dengan kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik. Bendungan ini juga berfungsi untuk pembangkit listrik yang bisa menghasilkan 0,40 megawatt.
Pada tahun 2018, realisasi investasi sebesar Rp56,52 triliun dari target Rp52,40. Lalu di Tahun 2019 sempat mengalami penurunan yakni Rp48,70 triliun dari target Rp60,80 triliun, Tahun 2020 meningkat lagi menjadi Rp62,01 triliun dari target Rp49 triliun, dan Tahun 2021 sebesar Rp58 triliun dari target Rp51,30 triliun.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, tingginya capaian nilai investasi di Banten menunjukkan investor merasakan langsung berbagai kebijakan dan pembangunan yang dilakukan pihaknya sangat menunjang sektor usaha mereka. Di samping itu, kata dia, Banten juga memiliki bonus letak geografis yang sangat strategis yang sangat menguntungkan.
“Pertama soal infrastruktur yang sangat memadai dan menunjang usaha investor seperti akses jalan yang baik, suplai listrik, air bersih dan energi yang aman bagi kelangsungan usaha mereka,” terang Komarudin saat menerima Piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu.
Untuk mendorong kegiatan investasi barang dan jasa, kata dia, sejak 4 tahun terakhir Pemprov Banten telah melakukan pembangunan berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan provinsi, tol, jalan akses wisata, hingga pembangunan waduk penyedia air baku untuk industry, dan warga. Saat ini akses jalan Provinsi dalam kondisi mantap yang telah mencapai 99 persen dari 762,026 km.
Pemerintah pusat juga telah menetapkan dan merealisasikan beberapa proyek strategis nasional diantaranya Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 Km sebagai akses wisata kawasan Lebak dan Pandeglang.
Untuk kebutuhan air baku dan energi, telah terbangun Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang dan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak. Bendungan Sindangheula mampu menyediakan kebutuhan air baku hingga 800 liter per detik dengan kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik. Bendungan ini juga berfungsi untuk pembangkit listrik yang bisa menghasilkan 0,40 megawatt.
Lihat Juga :