Kisah Maria Walanda Maramis, Pejuang Emansipasi Wanita dari Minahasa
Minggu, 08 Mei 2022 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Maria Walanda Maramis terus aktif dalam PIKAT sampai pada akhir hayatnya pada 2 April 1924. Salah satu kalimat yang terkenal dari Maria Walanda Maramis yakni, "Alangkah pahitnya bila kita hanya menyerah pada kelemahan, atau kekurangan perhatian orang lain terhadap hati nurani, serta seluruh rencana dan gagasan kita.”
Perempuan luar biasa yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional pada 20 Mei 1969 ini dimakamkan dimakamkan berdampingan dengan suaminya Joseph Frederick Caselung Walanda.
Makamnya terletak di jalan raya paling sibuk dan padat di Minahasa Utara, Jalan Walanda Maramis, Maumbi, Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Jalur ini awalnya satu-satunya jalan raya yang sering dilewati masyarakat dari Kota Manado menuju Kota Bitung atau sebaliknya sebelum dibuatnya Jalan Soekarno. Jaraknya sekitar 12 Km dari Kota Manado. Makamnya mudah dijumpai karena letaknya di pinggir jalan utama.
Jika memandang kompleks makam ini di bagian depan saat masuk, maka di tengah lokasi makamnya berdiri kokoh bangunan seperti monumen berbentuk segi lima dan berdiameter 3x3 meter persegi. Tertulis sebuah pesan ibu, 'Jangan Lupa Anakku yang Bungsu'.
Tertera juga kepengurusan PIKAT 16 nama Ketua-Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Pikat Tahun 1917-2017 yakni Maria Walanda Maramis hingga kepengurusan ke-16 yakni Ny Paula H. Lengkong. Jika ingin melihat dari dekat makam Maria Josephine Catherine Maramis maka berjalanlah sedikit ke belakang monumen.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
Perempuan luar biasa yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional pada 20 Mei 1969 ini dimakamkan dimakamkan berdampingan dengan suaminya Joseph Frederick Caselung Walanda.
Makamnya terletak di jalan raya paling sibuk dan padat di Minahasa Utara, Jalan Walanda Maramis, Maumbi, Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Jalur ini awalnya satu-satunya jalan raya yang sering dilewati masyarakat dari Kota Manado menuju Kota Bitung atau sebaliknya sebelum dibuatnya Jalan Soekarno. Jaraknya sekitar 12 Km dari Kota Manado. Makamnya mudah dijumpai karena letaknya di pinggir jalan utama.
Jika memandang kompleks makam ini di bagian depan saat masuk, maka di tengah lokasi makamnya berdiri kokoh bangunan seperti monumen berbentuk segi lima dan berdiameter 3x3 meter persegi. Tertulis sebuah pesan ibu, 'Jangan Lupa Anakku yang Bungsu'.
Tertera juga kepengurusan PIKAT 16 nama Ketua-Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Pikat Tahun 1917-2017 yakni Maria Walanda Maramis hingga kepengurusan ke-16 yakni Ny Paula H. Lengkong. Jika ingin melihat dari dekat makam Maria Josephine Catherine Maramis maka berjalanlah sedikit ke belakang monumen.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
(shf)
Lihat Juga :