Lonjakan Arus Balik Lebaran, Warga Dirikan Warung Dadakan di Jalur Pantura Cirebon
Kamis, 05 Mei 2022 - 13:21 WIB
loading...
Warga di sepanjang jalur Pantura memanfaatkan lonjakan arus balik Lebaran dengan mendirikan warung dadakan. Foto/iNews TV/Toiskandar
A
A
A
CIREBON - Lonjakan arus balik Lebaran membuat warga di sepanjang jalur Pantura memanfaatkan dengan mendirikan warung dadakan. Mereka tergiur dengan keuntungan besar dengan berjualan di sekitar sisi jalur pantura.
Warga mengadu peruntungan dengan berjualan minuman hingga makanan kuliner khas Cirebon. Selain itu, warung dadakan dilengkapi dengan tempat istrahat yang sederhana di dalam warung untuk para pemudik yang kelelahan.
Baca juga: Keren! Joglo Kayu Jati Pos Pantau Pasar Rejosari Salatiga Jadi Spot Selfie Favorit Pemudik
Masashi, pedagang yang biasa berjualan di tempat di jalur pantura mendirikan warung dadakan dengan modal Rp2-3 juta.
Dia membuat warung dan akan menjual minuman ringan, telor asin, krupuk kulit dan rempeyek khas Cirebon. Pada momen arus balik ini Masashi mengaku setiap tahun dirinya berjualan warung dadakan.
Selain menjual minuman dan makanan, biasanya warung warung dadakan ini juga disediakan tempat istirahat buat para pemudik yang kelelahan.
Sunandar Imam, pemudik yang menempuh rute Tegal-Jakarta mengaku dalam tempat istirahat sederhana ini terdapat di dalam warung. Dengan beralaskan tikar para pemudik bisa istrahat sejenak.
Baca juga: H+4 Lebaran, Arus Balik Kendaraan ke Jakarta Mengalir Tak Terputus di Tol Palikanci
Para penjual warung dadakan mengaku sudah dua tahun lalu mengalami sepi pembeli karena adanya larangan mudik.
"Namun pada arus balik ini dirinya mengalami peningkatan penjualan mereka dan tak pernah sepi dagangannya yang buka selama 24 jam," ujar Masashi.
Dia mengaku setiap hari dari hasil jualan di saat ramainya arus mudik Lebaran mencapai sekitar Rp1 juta
Warga mengadu peruntungan dengan berjualan minuman hingga makanan kuliner khas Cirebon. Selain itu, warung dadakan dilengkapi dengan tempat istrahat yang sederhana di dalam warung untuk para pemudik yang kelelahan.
Baca juga: Keren! Joglo Kayu Jati Pos Pantau Pasar Rejosari Salatiga Jadi Spot Selfie Favorit Pemudik
Masashi, pedagang yang biasa berjualan di tempat di jalur pantura mendirikan warung dadakan dengan modal Rp2-3 juta.
Dia membuat warung dan akan menjual minuman ringan, telor asin, krupuk kulit dan rempeyek khas Cirebon. Pada momen arus balik ini Masashi mengaku setiap tahun dirinya berjualan warung dadakan.
Selain menjual minuman dan makanan, biasanya warung warung dadakan ini juga disediakan tempat istirahat buat para pemudik yang kelelahan.
Sunandar Imam, pemudik yang menempuh rute Tegal-Jakarta mengaku dalam tempat istirahat sederhana ini terdapat di dalam warung. Dengan beralaskan tikar para pemudik bisa istrahat sejenak.
Baca juga: H+4 Lebaran, Arus Balik Kendaraan ke Jakarta Mengalir Tak Terputus di Tol Palikanci
Para penjual warung dadakan mengaku sudah dua tahun lalu mengalami sepi pembeli karena adanya larangan mudik.
"Namun pada arus balik ini dirinya mengalami peningkatan penjualan mereka dan tak pernah sepi dagangannya yang buka selama 24 jam," ujar Masashi.
Dia mengaku setiap hari dari hasil jualan di saat ramainya arus mudik Lebaran mencapai sekitar Rp1 juta
(shf)
Lihat Juga :