Bernilai Ekonomi Tinggi, Lies Perkenalkan Tanaman Porang ke Warga
Sabtu, 20 Juni 2020 - 15:26 WIB
loading...
Ketua TP PKK Sulsel Lies F Nurdin memperkenalkan tanaman porang ke warga. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Usai mengunjungi pabrik pengolahan talas satoimo PT Tridanawa Perkasa Indonesia (TPI) Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel , Lies F Nurdin, langsung meninjau pusat pengembangan tanaman porang di Baddoka. Belakangan ini, tanaman porang cukup populer karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, mengungkapkan tanaman porang sangat bermanfaat dan harganya cukup mahal. Namun, sebagian masyarakat belum familiar dengan jenis tanaman ini.
“Porang ini banyak diminati Cina dan Jepang. Makanan yang low karbohidrat, sehingga sangat bagus untuk penderita diabetes,” kata Lies, Sabtu (20/6/2020).
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo, menjelaskan talas satoimo dan porang akan dikembangkan menjadi komoditi ekspor. Selain itu, juga bisa menjadi sumber ketahanan pangan keluarga.
Saat ini, menurut Ardin, produksi talas satoimo dan porang sudah cukup bagus. Namun, masih perlu dikembangkan secara lebih luas. Khusus porang, sentranya ada di sepuluh kabupaten. Seperti Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, dan hampir semua daerah di Luwu.
Baca Juga: Lies F Nurdin Ajak Bunda PAUD Cegah Penularan Corona Pada Anak Usia Dini
“Untuk talas satoimo produksinya belum besar. Baru sekitar 20 hingga 30 hektare per kabupatennya. Sedangkan porang sudah berkembang baik, karena hampir semua kabupaten sudah menanam,” jelasnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, mengungkapkan tanaman porang sangat bermanfaat dan harganya cukup mahal. Namun, sebagian masyarakat belum familiar dengan jenis tanaman ini.
“Porang ini banyak diminati Cina dan Jepang. Makanan yang low karbohidrat, sehingga sangat bagus untuk penderita diabetes,” kata Lies, Sabtu (20/6/2020).
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo, menjelaskan talas satoimo dan porang akan dikembangkan menjadi komoditi ekspor. Selain itu, juga bisa menjadi sumber ketahanan pangan keluarga.
Saat ini, menurut Ardin, produksi talas satoimo dan porang sudah cukup bagus. Namun, masih perlu dikembangkan secara lebih luas. Khusus porang, sentranya ada di sepuluh kabupaten. Seperti Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, dan hampir semua daerah di Luwu.
Baca Juga: Lies F Nurdin Ajak Bunda PAUD Cegah Penularan Corona Pada Anak Usia Dini
“Untuk talas satoimo produksinya belum besar. Baru sekitar 20 hingga 30 hektare per kabupatennya. Sedangkan porang sudah berkembang baik, karena hampir semua kabupaten sudah menanam,” jelasnya.
Lihat Juga :