Usai Balap Lari, Pemkot Makassar Akan Kembalikan Golo' Rong
Jum'at, 29 April 2022 - 15:24 WIB
loading...
Suasana final Lantang Bangngia Run Race yang digelar Pemerintah Kota Makassar, di Jalan Penghibur, Kamis (28/4/2022) malam. Foto: SINDOnews/Syamsi Nur Fadhila
A
A
A
MAKASSAR - Kegiatan lomba lari Lantang Bangngia Run Race resmi berakhir usai ditutup secara resmi oleh Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, di depan Anjungan Pantai Losari, Jalan Penghibur, Kamis (28/4/2022) malam.
Danny berharap, pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menjadi gerbang lahirnya bibit-bibit atlet lari baru yang akan mengharumkan nama Kota Makassar di ajang lomba lari nasional maupun internasional.
Baca juga: Beralih Fungsi, Kontainer Makassar Recover di Bontoala Jadi Tempat Karaoke
"Kita bersatu membuat suatu kegiatan untuk menyalurkan bakat di jalanan, yang sehat, dan menghasilkan atlet lari yang dapat mengharumkan namaSulawesi Selatan dan Indonesia," ucap Danny.
Menurutnya, kegiatan yang terselenggara sudah berdasar pada aturan serta telah mendapat pengawasan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
"Lomba balap lari ini pesertanya bebas, baik dengan menggunakan sepatu maupun tanpa menggunakan sepatu. Tetapi aturannya sudah dibuat dan mendapat pengawasan dari PASI," tutur Danny .
Tercetusnya ide penyelenggaraan kegiatan ini, lanjut dia, juga tak lepas dari ide dan masukan kelompok masyarakat yang ingin agar anak muda Makassar didorong ke arah yang lebih positif.
Baca juga: 500 Orang Daftar Jadi Peserta Street Race Makassar
"Ini dilaksanakan lantang bangngia (larut malam), karena biasa setelah orang tarawih, sunyi dan tidak padat, makanya diisi dengan lari seperti ini, sehingga saat istirahat, tidurnya akan pulas," jelasnya.
Mencermati kesuksesan Lantang Bangngia Run Race yang menyerap animo masyarakat, Danny kini berencana untuk menggarap kembali program golo' na anak lorong atau Golo' Rong.
Golo Rong sendiri adalah salah satu program yang sempat digadang Danny pada periode pertamanya. Konsep Golo Rong pada saat itu merupakan modifikasi olahraga sepak bola Luas lapangannya tidak mengikuti standar baku, melainkan hanya 6x20 meter.
Hanya empat pemain dari setiap tim yang tampil di lapangan. Pemain yang sudah keluar, bisa masuk lagi dengan durasi 3x8 menit.
Baca juga: Pemkot Makassar Mulai Salurkan Insentif Imam Masjid hingga Pemandi Jenazah
Keunikan dari Golo Rong ini adalah gawang yang terbuat dari drum bekas minyak tanah bersusun tiga. Kedua tim berlomba memasukkan bola lebih banyak, sebelum waktu berakhir.
"Nanti setelah balap lari, kami akan cari lokasi bermain Golo' Rong, sepak bola di lapangan, Kami akan aktifkan main bola, kami bikin yang baik di seluruh penjuru kelurahan hingga tingkat RT/ RW," katanya.
Danny berharap, pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menjadi gerbang lahirnya bibit-bibit atlet lari baru yang akan mengharumkan nama Kota Makassar di ajang lomba lari nasional maupun internasional.
Baca juga: Beralih Fungsi, Kontainer Makassar Recover di Bontoala Jadi Tempat Karaoke
"Kita bersatu membuat suatu kegiatan untuk menyalurkan bakat di jalanan, yang sehat, dan menghasilkan atlet lari yang dapat mengharumkan namaSulawesi Selatan dan Indonesia," ucap Danny.
Menurutnya, kegiatan yang terselenggara sudah berdasar pada aturan serta telah mendapat pengawasan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
"Lomba balap lari ini pesertanya bebas, baik dengan menggunakan sepatu maupun tanpa menggunakan sepatu. Tetapi aturannya sudah dibuat dan mendapat pengawasan dari PASI," tutur Danny .
Tercetusnya ide penyelenggaraan kegiatan ini, lanjut dia, juga tak lepas dari ide dan masukan kelompok masyarakat yang ingin agar anak muda Makassar didorong ke arah yang lebih positif.
Baca juga: 500 Orang Daftar Jadi Peserta Street Race Makassar
"Ini dilaksanakan lantang bangngia (larut malam), karena biasa setelah orang tarawih, sunyi dan tidak padat, makanya diisi dengan lari seperti ini, sehingga saat istirahat, tidurnya akan pulas," jelasnya.
Mencermati kesuksesan Lantang Bangngia Run Race yang menyerap animo masyarakat, Danny kini berencana untuk menggarap kembali program golo' na anak lorong atau Golo' Rong.
Golo Rong sendiri adalah salah satu program yang sempat digadang Danny pada periode pertamanya. Konsep Golo Rong pada saat itu merupakan modifikasi olahraga sepak bola Luas lapangannya tidak mengikuti standar baku, melainkan hanya 6x20 meter.
Hanya empat pemain dari setiap tim yang tampil di lapangan. Pemain yang sudah keluar, bisa masuk lagi dengan durasi 3x8 menit.
Baca juga: Pemkot Makassar Mulai Salurkan Insentif Imam Masjid hingga Pemandi Jenazah
Keunikan dari Golo Rong ini adalah gawang yang terbuat dari drum bekas minyak tanah bersusun tiga. Kedua tim berlomba memasukkan bola lebih banyak, sebelum waktu berakhir.
"Nanti setelah balap lari, kami akan cari lokasi bermain Golo' Rong, sepak bola di lapangan, Kami akan aktifkan main bola, kami bikin yang baik di seluruh penjuru kelurahan hingga tingkat RT/ RW," katanya.
(luq)
Lihat Juga :