Tokoh PKB Jatim Dukung Ketua DPD RI Benahi Kerusakan Negara

Selasa, 19 April 2022 - 15:33 WIB
loading...
Tokoh PKB Jatim Dukung...
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengunjungi mantan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Choirul Anam, Senin (18/4/2022) malam. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengisi reses di Jawa Timur dengan mengunjungi mantan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Choirul Anam, Senin (18/4/2022) malam.

Ketua DPD RI hadir didampingi Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto dan beberapa pengurus Kadin Jatim seperti M Rizal, Diar Kusuma Putra dan Fitra Jaya. Hadir juga dari PWNU Jatim KH Ma'ruf Syah.

Baca juga: LaNyalla: Pemerintah Harus Bantu UMKM Berinovasi

Menurut Choirul Anam, yang juga tokoh NU, para elit pemerintahan sekarang sudah tidak lagi bekerja untuk bangsa. Namun malah memperkaya diri dan kelompoknya karena oligarki sudah menguasai.

"Karena itu saya dukung Pak LaNyalla untuk membenahi kondisi bangsa ini. Saya yakin dengan sepak terjang Pak LaNyalla yang saya kenal berani dan revolusioner bisa membuat Indonesia bisa tertata. Sudah saatnya muncul pemimpin baru yang benar-benar pro rakyat," ujarnya.

Pria yang biasa dipanggil Cak Anam itu mengatakan, kalau tidak ada yang vokal untuk bersuara terkait kondisi bangsa, negara ini tidak akan berubah. Yang ada malah akan semakin terpuruk.

"Memang harus ada yang berani bersuara, harus ada yang ngoprak-oprak pemerintah ini supaya kembali lagi fokus memikirkan rakyat. Bukan malah ingin memperpanjang kekuasaan," tukasnya.

Baca juga: LaNyalla Desak Erick Thohir Bubarkan BUMN Sekarat

Cak Anam juga mendukung agar DPD RI diperkuat wewenangnya. Antara lain bisa membuat Undang-undang. Karena selama ini menurutnya wewenang DPD RI sangat terbatas.

"Alhamdulillah meski wewenangnya terbatas, tetapi DPD RI sekarang ada gaungnya, ada gebrakannya setelah dipimpin Pak Nyalla. Yang penting DPD berjuang untuk rakyat. Sehingga dengan sendirinya rakyat akan bergabung dengan DPD," kata tokoh yang juga wartawan senior itu.

Sementara LaNyalla menjelaskan jika para senator sedang mewacanakan penguatan kewenangan DPD RI, salah satunya melalui amandemen konstitusi.

"Supaya hak DPD RI yang merupakan jelmaan utusan daerah bisa mengajukan mengajukan calon presiden maupun calon wakil presiden dari unsur non partai politik," kata LaNyalla.

Dijelaskan juga oleh LaNyalla saat ini DPD RI banyak didatangi oleh berbagai elemen bangsa yang tak puas dengan pengelolaan negara. Mereka lebih percaya ke DPD RI dalam menyalurkan aspirasi daripada ke wakil mereka di DPR.

Meski begitu LaNyalla menegaskan dirinya bukan oposisi tapi bertindak sebagai negarawan, yaitu membela yang benar dan menyuarakan kebenaran.

"Langkah kita tetap sesuai koridor DPD RI yang salah satu tugasnya adalah mengawasi jalannya pemerintahan, atau mengawasi eksekutif yang menjalankan UU," lanjut dia.

LaNyalla juga menyinggung klaim big data Menko Marves Luhut tentang masyarakat yang ingin perpanjangan masa jabatan presiden dan sempat menimbulkan polemik.



Menurut LaNyalla dirinya membantah keras data tersebut, karena memang DPD juga mempunyai data valid dan sudah dibuka ke publik.

"Makanya saya sampaikan, Pak Luhut lebih baik minta maaf kepada rakyat. Beliau kan pejabat publik dan pembantu presiden. Kalau tidak punya big data bilang saja tidak punya. Lebih baik berterus terang kalau salah informasi," ujar LaNyalla.

Jika tidak terus terang, lanjutnya, maka justru polemik ini tidak akan berkesudahan dan akan bergulir menjadi bola liar.

"Saya sudah sering sampaikan supaya jangan membuat kegaduhan-kegaduhan. Fokus saja menjawab persoalan yang menjadi jeritan rakyat seperti soal kelangkaan komoditas pangan, minyak goreng atau naiknya harga BBM," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Ramai Sidak Dedi Mulyadi,...
Ramai Sidak Dedi Mulyadi, Ketua DPD RI Minta Pejabat Lebih Bijak
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Rekomendasi
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved