Mengapa Harga Tiket Angkutan Selalu Naik saat Mudik Lebaran, Begini Penjelasannya
Senin, 18 April 2022 - 03:23 WIB
loading...
Bagi perantau, mudik merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu saat Lebaran Idul Fitri. Foto: MPI/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Bagi perantau, mudik merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu saat Lebaran Idul Fitri. Puluhan juta penduduk Jabodetabek tahun ini diperkirakan pulang kampung, baik dengan perjalanan darat, udara, maupun laut.
Namun, pemudik pasti menemui kendala dengan melonjaknya harga tiket moda transportasi yang akan ditumpangi ke kampung halaman. Baik moda transportasi darat, laut, dan udara, semuanya otomatis mengalami peningkatan harga tiket. Salah satunya harga tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP).
Baca juga: Pemudik Wajib Vaksin Booster, Petugas Lakukan Pengecekan di Terminal Kalideres
Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen membeberkan alasan adanya kenaikan harga tiket bus setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. "Harga kenaikan tiket itu tuslah. Setiap angkutan Lebaran itu ada namanya tuslah," kata Revi kepada MNC Portal, Minggu (17/4/2022).
Apa itu tuslah? Revi menjelaskan, saat arus mudik armada PO Bus fokus mengangkut penumpang dari Jakarta ke daerah masing-masing pemudik. Hal itu dikarenakan dari daerah terjadi penurunan, bahkan kekosongan penumpang.
Namun, pemudik pasti menemui kendala dengan melonjaknya harga tiket moda transportasi yang akan ditumpangi ke kampung halaman. Baik moda transportasi darat, laut, dan udara, semuanya otomatis mengalami peningkatan harga tiket. Salah satunya harga tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP).
Baca juga: Pemudik Wajib Vaksin Booster, Petugas Lakukan Pengecekan di Terminal Kalideres
Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen membeberkan alasan adanya kenaikan harga tiket bus setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. "Harga kenaikan tiket itu tuslah. Setiap angkutan Lebaran itu ada namanya tuslah," kata Revi kepada MNC Portal, Minggu (17/4/2022).
Apa itu tuslah? Revi menjelaskan, saat arus mudik armada PO Bus fokus mengangkut penumpang dari Jakarta ke daerah masing-masing pemudik. Hal itu dikarenakan dari daerah terjadi penurunan, bahkan kekosongan penumpang.
Lihat Juga :