Napi Kasus Narkoba Ini Menangis saat Misa Kamis Putih di Rutan Medaeng
Jum'at, 15 April 2022 - 13:54 WIB
loading...
Suasana peringatan Tri Hari Suci di Gereja Efesus Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Foto SINDOnews
A
A
A
SIDOARJO - Perayaan ekaristi (misa) pada Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Paskah ) jadi momentum perayaan bersama keluarga bagi umat nasrani . Namun, hal itu tidak berlaku bagi MS yang terpaksa mengikuti misa dari balik jeruji. Dia pun tak mampu membendung air matanya lantaran tak bisa mengikuti misa bersama keluarganya.
MS mengikuti misa Kamis Putih di Gereja Efesus Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Usai mengikuti misa Kamis Putih (14/4/2022) kemarin, pria 40 tahun itu rencananya akan mengikuti misa Jumat Agung (15/4/2022), sore. Total ada 43 warga binaan yang mengikuti ibadah di Rutan yang dipimpin Wahyu Hendrajati itu.
Pria dua anak itu terlihat sangat khitmad mengikuti ibadah. Jari jemari dari kedua tangannya saling mengepal. Mulutnya tak berhenti merapalkan doa. Perlahan-lahan air matanya tumpah. Mengalir di kedua pipinya. Baca juga: Indahnya Toleransi, Piring Kasih Paskah Bagikan Paket Makan Berbuka Puasa untuk Warga
Pria asal Surabaya itu mengatakan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti misa Tri Hari Suci di Rutan. “Sebelumnya kami selalu merayakan dengan ibadah bersama keluarga besar di gereja,” ujar MS sambil mata berkaca-kaca.
Namun, sejak lima bulan lalu, MS harus berpisah bersama keluarganya karena harus menjalani hukuman di rutan yang terletak di Desa Medaeng itu. Pengaruh buruk narkotika membuatnya harus menanggung konsekuensinya. “Saya jadi ingat istri dan dua anak saya yang selama ini selalu kasih semangat,” tuturnya.
Meski begitu, MS mengaku kotbah dari RD Bernardus Satya Graha membuat dirinya menjadi lebih kuat menghadapi ujian yang diterimanya. MS mengatakan bahwa Paskah merupakan suatu hal yang sangat penting bagi dirinya.
MS mengikuti misa Kamis Putih di Gereja Efesus Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Usai mengikuti misa Kamis Putih (14/4/2022) kemarin, pria 40 tahun itu rencananya akan mengikuti misa Jumat Agung (15/4/2022), sore. Total ada 43 warga binaan yang mengikuti ibadah di Rutan yang dipimpin Wahyu Hendrajati itu.
Pria dua anak itu terlihat sangat khitmad mengikuti ibadah. Jari jemari dari kedua tangannya saling mengepal. Mulutnya tak berhenti merapalkan doa. Perlahan-lahan air matanya tumpah. Mengalir di kedua pipinya. Baca juga: Indahnya Toleransi, Piring Kasih Paskah Bagikan Paket Makan Berbuka Puasa untuk Warga
Pria asal Surabaya itu mengatakan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti misa Tri Hari Suci di Rutan. “Sebelumnya kami selalu merayakan dengan ibadah bersama keluarga besar di gereja,” ujar MS sambil mata berkaca-kaca.
Namun, sejak lima bulan lalu, MS harus berpisah bersama keluarganya karena harus menjalani hukuman di rutan yang terletak di Desa Medaeng itu. Pengaruh buruk narkotika membuatnya harus menanggung konsekuensinya. “Saya jadi ingat istri dan dua anak saya yang selama ini selalu kasih semangat,” tuturnya.
Meski begitu, MS mengaku kotbah dari RD Bernardus Satya Graha membuat dirinya menjadi lebih kuat menghadapi ujian yang diterimanya. MS mengatakan bahwa Paskah merupakan suatu hal yang sangat penting bagi dirinya.
Lihat Juga :