Solidaritas Generasi Muda Papua di Malang Raya Siapkan Pelatihan Skill
Rabu, 13 April 2022 - 17:45 WIB
loading...
Solidaritas Generasi Muda Papua menyiapkan pelatihan keahlian untuk meningkatkan kualitas SDM.Foto/ist
A
A
A
MALANG - Ketua Umum Solidaritas Generasi Muda Papua (SGM-P) Arie Ferdinand Waropen, menilai pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua tak sekedar menambah wilayah administrasi pemerintahan. Namun harus dapat memberi manfaat berupa Percepatan dan Pemerataan Pembangunan di Tanah Papua.
Karenanya, semua pihak baik pemerintah, legislatif dan masyarakat harus mampu menjalankan peran dalam porsi tugas dan fungsinya secara bertanggungjawab.
Baca juga: Masyarakat Adat di Mimika Deklarasi Dukung Daerah Otonomi Baru Papua Tengah
Menurutnya, secara prinsip melihat rapor perjalan pelayanan publik di Papua selama ini masih belum mengakomodir semua kebutuhan rakyat Papua. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, salah satunya teritorial wilayah administrasi provinsi yang sangat luas.
Faktor kedua, karakteristik masyarakat dari setiap wilayah adat yang juga ikut mempengaruhi kebijakan publik sehingga dengan DOB Papua ini dirasa perlu untuk mengakomodir hal-hal hal-hal yang belum maksimal tersebut.
"Tentunya dengan harapan besar terjadi pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Papua (OAP)," kata Arie dalam keterangannya, Selasa (12/4/2022)
Dia menjelaskan, kebijakan DOP Papua tentu menuai banyak tanggapan publik baik pro maupun kontra khususnya masyarakat Papua. Namun sebagai kaum intelektual muda Papua harus bisa melihat dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan bagian positif yang bisa direspons generasi muda Papua dengan kontribusi nyata di Papua.
Karenanya, semua pihak baik pemerintah, legislatif dan masyarakat harus mampu menjalankan peran dalam porsi tugas dan fungsinya secara bertanggungjawab.
Baca juga: Masyarakat Adat di Mimika Deklarasi Dukung Daerah Otonomi Baru Papua Tengah
Menurutnya, secara prinsip melihat rapor perjalan pelayanan publik di Papua selama ini masih belum mengakomodir semua kebutuhan rakyat Papua. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, salah satunya teritorial wilayah administrasi provinsi yang sangat luas.
Faktor kedua, karakteristik masyarakat dari setiap wilayah adat yang juga ikut mempengaruhi kebijakan publik sehingga dengan DOB Papua ini dirasa perlu untuk mengakomodir hal-hal hal-hal yang belum maksimal tersebut.
"Tentunya dengan harapan besar terjadi pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Papua (OAP)," kata Arie dalam keterangannya, Selasa (12/4/2022)
Dia menjelaskan, kebijakan DOP Papua tentu menuai banyak tanggapan publik baik pro maupun kontra khususnya masyarakat Papua. Namun sebagai kaum intelektual muda Papua harus bisa melihat dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan bagian positif yang bisa direspons generasi muda Papua dengan kontribusi nyata di Papua.
Lihat Juga :