Kisah Marsose, Pasukan Khusus Belanda Beranggotakan Pribumi yang Terkenal Kejam dan Sadis
Rabu, 13 April 2022 - 05:28 WIB
loading...
Marsose, pasukan khusus zaman kolonial Belanda terkenal kejam dan bengis dalam menumpas perlawanan para pejuang dari berbagai daerah di Nusantara. Foto/Ist
A
A
A
Sepak terjang marsose, pasukan khusus zaman kolonial Belanda yang kejam dan bengis dalam menumpas perlawanan para pejuang di berbagai daerah di Nusantara, terutama di Aceh menjadi catatan sejarah kelam.
Marsose atau marechaussee merupakan pasukan khusus komando pertama yang beranggotakan campuran antara warga pribumi dan Belanda. Pasukan kecil ini merupakan unit infanteri dengan mobilitas tinggi, punya daya tahan tinggi di berbagai medan, dan memiliki kemampuan bertempur yang kuat dibandingkan pasukan biasa.
Baca juga: Kiai Sengkelat, Keris Sakti Sunan Kalijaga Mampu Menangkap Kilat
Pasukan ini menggunakan senapan dengan ukuran yang lebih pendek dari senapan biasa (karaben) dan tidak tergantung angkutan militer serta biasa berjalan kaki. Selain itu, unit marsose juga tidak bergantung pada jalur suplai logistik.
Personel marsose selain dipersenjatai karaben juga dipersenjatai senjata tajam tradisional khas penduduk setempat seperti klewang, rencong dan sebagainya.
Keunggulan lainnya, marsose memiliki karakter tersendiri dalam bertempur. Mereka tidak terlalu mengandalkan senjata api, melainkan senjata tajam sejenis klewang untuk menghabisi lawannya dalam jarak dekat.
Selain itu penggunaan senjata tajam sangat membantu prajurit khusus ini sehingga bisa membunuh lawan tanpa harus membuat gaduh dan kehilangan peluru.
Konsep yang digunakan marsose ini tidak jauh berbeda dengan pasukan khusus yang ada dan berkembang sekarang ini.
Baca juga: Karomah Bambu Runcing Kiai Ahmad Fauzan Mampu Usir Tentara Jepang dan Belanda dari Pati
Marsoses dikenal sebagai pasukan kecil dengan daya gempur yang dahsyat terhadap pertahanan lawan. Marsose yang secara resmi disebut Korps Marechaussee te Voet dibentuk pada 26 Oktober 1814 oleh Pemerintah Belanda berdasarkan Dekrit No 48. Namun Korps Marechaussee te Voet yang ada di Belanda berbeda dengan marsose yang bertugas di Hindia Belanda (Indonesia).
Menurut Paul Vant Veer dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid X, Jakarta, disebutkan bahwa Marsose di Hindia Belanda dibentuk atas usulan dari Teuku M Arif, jaksa kepala di Kutaraja, Aceh yang mendukung Belanda.
Dia memberi nasihat kepada Gubernur Militer Belanda di Aceh, Jenderal Van Teijn untuk membentuk sebuah unit-unit tempur kecil infanteri antigerilya yang memiliki mobilitas tinggi.
Selanjutnya marsose dibentuk di Hindia Belanda yang personelnya merupakan anggota pilihan dari berbagai kesatuan Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) baik pribumi maupun Eropa pada.
Marsose atau marechaussee merupakan pasukan khusus komando pertama yang beranggotakan campuran antara warga pribumi dan Belanda. Pasukan kecil ini merupakan unit infanteri dengan mobilitas tinggi, punya daya tahan tinggi di berbagai medan, dan memiliki kemampuan bertempur yang kuat dibandingkan pasukan biasa.
Baca juga: Kiai Sengkelat, Keris Sakti Sunan Kalijaga Mampu Menangkap Kilat
Pasukan ini menggunakan senapan dengan ukuran yang lebih pendek dari senapan biasa (karaben) dan tidak tergantung angkutan militer serta biasa berjalan kaki. Selain itu, unit marsose juga tidak bergantung pada jalur suplai logistik.
Personel marsose selain dipersenjatai karaben juga dipersenjatai senjata tajam tradisional khas penduduk setempat seperti klewang, rencong dan sebagainya.
Keunggulan lainnya, marsose memiliki karakter tersendiri dalam bertempur. Mereka tidak terlalu mengandalkan senjata api, melainkan senjata tajam sejenis klewang untuk menghabisi lawannya dalam jarak dekat.
Selain itu penggunaan senjata tajam sangat membantu prajurit khusus ini sehingga bisa membunuh lawan tanpa harus membuat gaduh dan kehilangan peluru.
Konsep yang digunakan marsose ini tidak jauh berbeda dengan pasukan khusus yang ada dan berkembang sekarang ini.
Baca juga: Karomah Bambu Runcing Kiai Ahmad Fauzan Mampu Usir Tentara Jepang dan Belanda dari Pati
Marsoses dikenal sebagai pasukan kecil dengan daya gempur yang dahsyat terhadap pertahanan lawan. Marsose yang secara resmi disebut Korps Marechaussee te Voet dibentuk pada 26 Oktober 1814 oleh Pemerintah Belanda berdasarkan Dekrit No 48. Namun Korps Marechaussee te Voet yang ada di Belanda berbeda dengan marsose yang bertugas di Hindia Belanda (Indonesia).
Menurut Paul Vant Veer dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid X, Jakarta, disebutkan bahwa Marsose di Hindia Belanda dibentuk atas usulan dari Teuku M Arif, jaksa kepala di Kutaraja, Aceh yang mendukung Belanda.
Dia memberi nasihat kepada Gubernur Militer Belanda di Aceh, Jenderal Van Teijn untuk membentuk sebuah unit-unit tempur kecil infanteri antigerilya yang memiliki mobilitas tinggi.
Selanjutnya marsose dibentuk di Hindia Belanda yang personelnya merupakan anggota pilihan dari berbagai kesatuan Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) baik pribumi maupun Eropa pada.
Lihat Juga :