Skenario Kecukupan Beras, Aman di Agam
Kamis, 18 Juni 2020 - 18:37 WIB
loading...
Bupati Agam Indra Catri mengatakan bahwa Kabupaten Agam masih memiliki stok beras mencapai 82 ribu ton hingga bulan akhir Juli 2020.
A
A
A
LUBUK BASUNG - Bupati Agam Indra Catri mengatakan bahwa Kabupaten Agam masih memiliki stok beras mencapai 82 ribu ton hingga bulan akhir Juli 2020.
“Itu kalau kita lihat optimisnya. Kalau kita mau lihat tengah-tengahnya saja stok kita masih 79 ribu ton hingga akhir Juli, atau skenario pesimistis di 74 ribu,” kata Indra Catri dalam keterangan tentang ketahanan pangan di Lubuk Basung, Kamis (18/6/2020).
Indra Catri menjelaskan, di tengah pandemi korona atau Covid-19 saat ini harus dijamin hadirnya food security atau solusi terhadap makanan rakyat.
Indra Catri mengungkapkan bahwa neraca pangan Kabupaten Agam cukup bagus, terkendali dan cukup tersedia. Dari neraca April, Kabupaten Agam masih memiliki stok yang cukup besar sekitar 41,7 ribu ton yang terdapat di Bulog, penggilingan, dan rumah tangga petani. Pada Mei ke Juli ada perkiraan produksi beras dari sawah-sawah yang ada hampir 61,7 ribu ton.
“Jika jumlah stok yang tersedia ditambah dengan produksi dan dikurangi dengan total kebutuhan sebesar 20.943 ton maka potensi surplusnya mencapai 82 ribu ton,” katanya.
“Itu kalau kita lihat optimisnya. Kalau kita mau lihat tengah-tengahnya saja stok kita masih 79 ribu ton hingga akhir Juli, atau skenario pesimistis di 74 ribu,” kata Indra Catri dalam keterangan tentang ketahanan pangan di Lubuk Basung, Kamis (18/6/2020).
Indra Catri menjelaskan, di tengah pandemi korona atau Covid-19 saat ini harus dijamin hadirnya food security atau solusi terhadap makanan rakyat.
Indra Catri mengungkapkan bahwa neraca pangan Kabupaten Agam cukup bagus, terkendali dan cukup tersedia. Dari neraca April, Kabupaten Agam masih memiliki stok yang cukup besar sekitar 41,7 ribu ton yang terdapat di Bulog, penggilingan, dan rumah tangga petani. Pada Mei ke Juli ada perkiraan produksi beras dari sawah-sawah yang ada hampir 61,7 ribu ton.
“Jika jumlah stok yang tersedia ditambah dengan produksi dan dikurangi dengan total kebutuhan sebesar 20.943 ton maka potensi surplusnya mencapai 82 ribu ton,” katanya.