Prihatin Kekerasan KKB Papua, IBI Tuntut Perlindungan Pemerintah dan Minta Kasus Bidan Tewas Diusut

Sabtu, 09 April 2022 - 15:42 WIB
loading...
Prihatin Kekerasan KKB...
Ikatan Bidan Indonesia Pusat mengunjungi keluarga bidan korban tewas KKB Papua di rumah duka Sidoarjo, Jawa Timur.Foto/Pramono Putra
A A A
SIDOARJO - Meninggalnya bidan asal Sidoarjo, Sri Lestari Indah Putri dan suaminya Sertu Eka Andrianto akibat kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yalimo, Papua 31 Maret silam mendapat perhatian khusus Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Ketua umum IBI Pusat Emi Nurjasmi meminta perlindungan pemerintah terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di daerah konflik. Selain itu pihaknya mmeinta kasus kekerasan KKB Papua diusut tuntas hingga pelakunya tertangkap.

Baca juga: Brutal, Usai Bunuh Anggota TNI dan Bidan Istrinya, KKB juga Potong Jari Anak Balita

Penegasan ini disampaikan langsung Emi Nurjasmi saat berkunjung dan mengikuti doa bersama di rumah duka Sertu Eka Andrianto di kawasan Sukodono Sidoarjo, Sabtu (9/4/2022) siang. "Kita berharap pelaku yang melakukan tindakan itu bisa segera ditangkap," ujar Emi

Selain meminta pelaku kekerasan ditangkap, kata Emi, IBI juga meminta perlindungan pemerintah, terhadap seluruh tenaga kesehatan, termasuk bidan yang sedang melaksanakan tugas di daerah konflik. Menurutnya, kasus kekerasan dengan korban tenaga kesehatan di daerah konflik, saat ini sudah banyak terjadi. Untuk itu diperlukan perlindungan khusus dari pemerintah.

"Kami juga memohon untuk diberikan perlindungan pemerintah kepada semua tenaga medis, khususnya yang bertugas di daerah daerah konflik," ungkapnya.

Sementara itu, dalam kunjungan ke rumah duka keluarga korban, IBI Pusat bersama pengurus IBI Jawa Timur menyerahkan bantuan kepada keluarga Sertu Eka Andrianto dan Bidan Sri Lestari Indah Putri yang menjadi korban kekerasan KKB Papua 31 Maret lalu.

Selain donasi, bantuan mainan dan 2 unit sepeda angin diberikan kepada kedua anak korban secara simbolis disaksikan keluarga korban.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
Menkum Usulkan Amnesti...
Menkum Usulkan Amnesti 44.000 Napi Kasus ITE hingga Terkait Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved