Duh! Makassar Masuk Daftar 10 Kota Intoleran di Indonesia
Jum'at, 08 April 2022 - 23:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Makassar Berhasil Sabet Penghargaan Kota Terinovatif
Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar justru tak terima dan meragukan hasil survei tersebut. Sebab menurutnya, dirinya yang memimpin Makassar saat ini yang merupakan kaum minoritas dari sisi kesukuan, menjadi salah satu bukti bahwa Makassar adalah kota yang toleran.
"Saya lahir di Makassar, tapi saya ini kaum minority secara kesukuan dan saya dihantam karena persoalan ras tapi masyarakat tetap pilih saya. Artinya, masyarakat ini paling toleran," ungkap Danny.
Danny curiga, hasil riset yang menyebut Makassar salah satu kota intoleran itu disebabkan karena sebelumnya ada pengajuan Peraturan Wali Kota yang di dalamnya terdapat unsur kebebasan, salah satunya terkait kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Namun Perwali itu secara tegas ia tolak.
"Tapi saya curiga, mudah-mudahan saya salah, ada pengajuan Perwali yang di dalamnya mengandung kebebasan, termasuk kebebasan LGBT. Saya tolak dengan tegas itu, apakah itu yang dimaksud tidak toleran? Biar saja kalau itu," tegas Danny.
Menurut Danny, Kota Makassar tidak boleh membebaskan aktivitas kelompok LGBT. Sehingga, dia bersama umat beragama lainnya sepakat untuk menolak LGBT.
"Tidak bisa, kota ini punya agama. Tadi malam saya bersama umat beragama sepakat anak-anak kita harus diselamatkan, dan kita ini bukan kota bebas. Tapi itu baru dugaan, belum tentu benar," urainya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar justru tak terima dan meragukan hasil survei tersebut. Sebab menurutnya, dirinya yang memimpin Makassar saat ini yang merupakan kaum minoritas dari sisi kesukuan, menjadi salah satu bukti bahwa Makassar adalah kota yang toleran.
"Saya lahir di Makassar, tapi saya ini kaum minority secara kesukuan dan saya dihantam karena persoalan ras tapi masyarakat tetap pilih saya. Artinya, masyarakat ini paling toleran," ungkap Danny.
Danny curiga, hasil riset yang menyebut Makassar salah satu kota intoleran itu disebabkan karena sebelumnya ada pengajuan Peraturan Wali Kota yang di dalamnya terdapat unsur kebebasan, salah satunya terkait kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Namun Perwali itu secara tegas ia tolak.
"Tapi saya curiga, mudah-mudahan saya salah, ada pengajuan Perwali yang di dalamnya mengandung kebebasan, termasuk kebebasan LGBT. Saya tolak dengan tegas itu, apakah itu yang dimaksud tidak toleran? Biar saja kalau itu," tegas Danny.
Menurut Danny, Kota Makassar tidak boleh membebaskan aktivitas kelompok LGBT. Sehingga, dia bersama umat beragama lainnya sepakat untuk menolak LGBT.
"Tidak bisa, kota ini punya agama. Tadi malam saya bersama umat beragama sepakat anak-anak kita harus diselamatkan, dan kita ini bukan kota bebas. Tapi itu baru dugaan, belum tentu benar," urainya.
Lihat Juga :