Pemuda Jadi Ujung Tombak Kebijakan Strategi Pentahelix BNPT
Jum'at, 08 April 2022 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa upaya penanggulangan intoleransi, radikalisme dan terorisme harus dibangun dengan kekuatan bersama dengan konsep penanggulangan yang bersifat pentahelix. Di mana semua elemen seperti pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha dan media harus mampu bersinergi dan berkolaborasi.
“Dalam upaya penanggulangan terorisme di dunia membutuhkan generasi muda yang cerdas teknologi, visioner kreatif, inovatif dalam membuat konten di dunia maya, dan keberadaan Duta Damai Dunia Maya, agar dapat memberikan kontra narasi yang bisa mempengaruhi lingkungannya,” jelas alumni Akmil tahun 1988 ini.
Baca juga: Putus Rantai Radikalisme lewat Penguatan Wawasan Kebangsaaan
Pasalnya, kelompok radikal dan terorisme saat ini telah banyak memanfaatkan ruang di sosial media untuk menyebarkan dan mengkampanyekannarasi kebencian dan kekerasan serta paham transnasionalnya.
“Tujuan pelibatan anak muda ini karena dunia maya yang menjadi ruang tanpa batas dan tanpa kontrol banyak dimanfaatkan untuk konten negatif bernuansa provokatif berisi hasutan, ujaran kebencian dan hate speech, yang mana hal ini dapat menggangu persatuan bangsa,” katamantan Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Danpussenarhanud) Kodiklatad ini.
Dalam acara yang dihadiri oleh 28 perwakilan duta daamai dunia maya BNPT dari 14 provinsi ini, Nisan juga menyambut baik kegiatan workshop yang akan digelar selama tiga hari. Apalagi kegiatan diisi oleh mentor serta narasumber yang kompeten dan ahli di bidangnya, untuk menambah wawasan dan persepsi tentang bahaya radikal terorisme kepada generasi muda.
“Dalam upaya penanggulangan terorisme di dunia membutuhkan generasi muda yang cerdas teknologi, visioner kreatif, inovatif dalam membuat konten di dunia maya, dan keberadaan Duta Damai Dunia Maya, agar dapat memberikan kontra narasi yang bisa mempengaruhi lingkungannya,” jelas alumni Akmil tahun 1988 ini.
Baca juga: Putus Rantai Radikalisme lewat Penguatan Wawasan Kebangsaaan
Pasalnya, kelompok radikal dan terorisme saat ini telah banyak memanfaatkan ruang di sosial media untuk menyebarkan dan mengkampanyekannarasi kebencian dan kekerasan serta paham transnasionalnya.
“Tujuan pelibatan anak muda ini karena dunia maya yang menjadi ruang tanpa batas dan tanpa kontrol banyak dimanfaatkan untuk konten negatif bernuansa provokatif berisi hasutan, ujaran kebencian dan hate speech, yang mana hal ini dapat menggangu persatuan bangsa,” katamantan Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Danpussenarhanud) Kodiklatad ini.
Dalam acara yang dihadiri oleh 28 perwakilan duta daamai dunia maya BNPT dari 14 provinsi ini, Nisan juga menyambut baik kegiatan workshop yang akan digelar selama tiga hari. Apalagi kegiatan diisi oleh mentor serta narasumber yang kompeten dan ahli di bidangnya, untuk menambah wawasan dan persepsi tentang bahaya radikal terorisme kepada generasi muda.
Lihat Juga :