Turun 158, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Mencapai 5.297
Jum'at, 08 April 2022 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.221.596 dengan tingkat kesembuhan 98,3%, dan total 15.212 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6%," ujarnya.
Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 83.110 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 982.572 per sejuta penduduk," paparnya.
Lebih lanjut, Dinkes menyebut bahwa angka positivity rate masih di atas standar dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Baca juga: Satgas: Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia Lampaui Rata-rata Kasus Aktif Dunia
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 5,3%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tuturnya.
Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 83.110 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 982.572 per sejuta penduduk," paparnya.
Lebih lanjut, Dinkes menyebut bahwa angka positivity rate masih di atas standar dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Baca juga: Satgas: Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia Lampaui Rata-rata Kasus Aktif Dunia
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 5,3%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tuturnya.
(mhd)
Lihat Juga :