Dramatis! Bidan di Pedalaman Papua 3 Jam Arungi Laut Antar Bayi Prematur dengan Metode Kanguru
Selasa, 05 April 2022 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
Bidan Sisilia yang telah enam belas tahun mengabdikan diri di pedalaman Papua ini mengatakan, perjuangan merujuk pasien bayi BBLR ini harus melalui perjuangan panjang. Ada metode khusus yang harus digunakan dalam merujuk bayi yang lahir prematur.
Baca juga: Dihujani Peluru KKB, Pasukan Raider Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Meliani di Pedalaman Papua
Apalagi harus menggunakan transportasi laut (menggunakan longboat) selama kurang lebih tiga jam.
"Saat kami rujuk bayi ini menggunakan metode Kangguru (bayi dalam dekapan) bidan atau ibunya agar bayi tidak kedinginan. Ditambah dengan membungkus bayi dengan selimut hangat. Kami lewati perjalanan dengan menggunakan longboat melalui jalur sungai dan laut hingga ke Bintuni selama kurang lebih tiga jam," ujarnya.
"Dan Puji Tuhan kami tiba dengan selamat bersama bayi dan ibu bayi serta beberapa tenaga medis Puskesmas Babo dan keluarga bayi yang ikut dalam proses rujuk menggunakan transportasi laut," jelas Sisilia.
Menurut Sisilia, metode Kangguru ini sudah diajarkan oleh Kepala Puskesmas kepada keluarga bayi. Namun karena pihak keluarga bayi tidak ada yang berani mencoba metode Kangguru untuk membawa bayi untuk di rujuk ke RSUD Bintuni, akhirnya dia yang ditunjuk untuk membawa bayi ke RSUD Bintuni.
"Saya yang ditunjuk untuk mendampingi membawa bayi dan ibunya ke Bintuni untuk mendapatkan pertolongan atau perawatan lebih lanjut," ungkapnya.
Dengan semua pertolongan Tuhan, lanjut Sisilia, semua proses perjalanan merujuk pasien bayi prematur tersebut berjalan lancar. Walaupun dengan kondisi terbatas, namun perjalanan hingga di tempat tujuan berjalan dengan baik.
Baca juga: Dihujani Peluru KKB, Pasukan Raider Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Meliani di Pedalaman Papua
Apalagi harus menggunakan transportasi laut (menggunakan longboat) selama kurang lebih tiga jam.
"Saat kami rujuk bayi ini menggunakan metode Kangguru (bayi dalam dekapan) bidan atau ibunya agar bayi tidak kedinginan. Ditambah dengan membungkus bayi dengan selimut hangat. Kami lewati perjalanan dengan menggunakan longboat melalui jalur sungai dan laut hingga ke Bintuni selama kurang lebih tiga jam," ujarnya.
"Dan Puji Tuhan kami tiba dengan selamat bersama bayi dan ibu bayi serta beberapa tenaga medis Puskesmas Babo dan keluarga bayi yang ikut dalam proses rujuk menggunakan transportasi laut," jelas Sisilia.
Menurut Sisilia, metode Kangguru ini sudah diajarkan oleh Kepala Puskesmas kepada keluarga bayi. Namun karena pihak keluarga bayi tidak ada yang berani mencoba metode Kangguru untuk membawa bayi untuk di rujuk ke RSUD Bintuni, akhirnya dia yang ditunjuk untuk membawa bayi ke RSUD Bintuni.
"Saya yang ditunjuk untuk mendampingi membawa bayi dan ibunya ke Bintuni untuk mendapatkan pertolongan atau perawatan lebih lanjut," ungkapnya.
Dengan semua pertolongan Tuhan, lanjut Sisilia, semua proses perjalanan merujuk pasien bayi prematur tersebut berjalan lancar. Walaupun dengan kondisi terbatas, namun perjalanan hingga di tempat tujuan berjalan dengan baik.
Lihat Juga :