Asal Usul Kramat Jati, Tempat Pohon Jati Kramat yang Magis di Batavia
Minggu, 03 April 2022 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Pada sekitar abad ke-19, nama Kramat Jati lebih dikenal sebagai Cililitan. Cililitan saat itu merupakan wilayah lahan perkebunan dalam pengelolaan pemerintahan kolonial Belanda. Wilayahnya tidak seperti daerah lain, yakni Cibinong, Condet, Pondok Gede, dan Cimanggis yang dikelola oleh para tuan tanah.
Penamaan Kramat Jati memiliki beberapa versi yang berbeda. Ada yang mengatakan, nama Kramat Jati diambil karena banyaknya pohon jati yang tumbuh. Dari sekian banyak pohon jati itu ada pohon yang tumbuh sangat besar.
Lokasi pohon jati itu sekarang berada di depan jalan raya RS Polri Soekanto. Sedangkan berdasarkan legenda masyarakat setempat, dahulu di kawasan tersebut banyak tumbuh pohon jati tinggi besar dan berumur hingga ratusan tahun. Baca juga: Jalaluddin Rumi dan Asal-Usul Tarekat Darwis Berputar
Di antara banyaknya pohon jati tua yang ada, ada pohon jati yang dikeramatkan dan dianggap mempunyai kekuatan magis. Banyak orang yang bukan berasal dari kawasan itu berdatangan ke pohon jati keramat dan berdoa terkait keinginannya.
Dalam buku Zaenuddin HM yang berjudul 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe terbitan Oktober 2012, disebutkan para tokoh agama, khususnya Islam, mengecam keras tindakan itu. Hal tersebut karena tindakan mengkeramatkan pohon jati bertentangan dengan akidah agama.
Penamaan Kramat Jati memiliki beberapa versi yang berbeda. Ada yang mengatakan, nama Kramat Jati diambil karena banyaknya pohon jati yang tumbuh. Dari sekian banyak pohon jati itu ada pohon yang tumbuh sangat besar.
Lokasi pohon jati itu sekarang berada di depan jalan raya RS Polri Soekanto. Sedangkan berdasarkan legenda masyarakat setempat, dahulu di kawasan tersebut banyak tumbuh pohon jati tinggi besar dan berumur hingga ratusan tahun. Baca juga: Jalaluddin Rumi dan Asal-Usul Tarekat Darwis Berputar
Di antara banyaknya pohon jati tua yang ada, ada pohon jati yang dikeramatkan dan dianggap mempunyai kekuatan magis. Banyak orang yang bukan berasal dari kawasan itu berdatangan ke pohon jati keramat dan berdoa terkait keinginannya.
Dalam buku Zaenuddin HM yang berjudul 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe terbitan Oktober 2012, disebutkan para tokoh agama, khususnya Islam, mengecam keras tindakan itu. Hal tersebut karena tindakan mengkeramatkan pohon jati bertentangan dengan akidah agama.
Lihat Juga :