Asal Usul Kramat Jati, Tempat Pohon Jati Kramat yang Magis di Batavia
Minggu, 03 April 2022 - 06:29 WIB
loading...
Vila mewah zaman kompeni di Kramat Jati dikelilingi pohon Jati yang magis di Batavia tahun 1930. Foto/Dok Sejarahjakarta.com
A
A
A
JAKARTA - Kramat Jati merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Jakarta Timur. Lokasi Kramat Jati cukup strategis karena berada di antara Jakarta dan Bogor yang dilalui Jalan Raya Bogor dan jalur lingkar luar selatan.
Kramat Jati juga dikenal dengan keberadaan pasar induk, yakni Pasar Induk Kramat Jati yang didirikan pada tahun 1973. Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, daerah Kramat Jati belum termasuk wilayah Batavia atau Jakarta, melainkan bagian dari Afdeeling Meester Cornelis atau Jatinegara.
Setelah masa pemerintahan kemerdekaan RI, berlandaskan UU No. 22 tahun 1948, Kramat Jati merupakan daerah kawedanan (distrik) yang dikepalai oleh seorang wedana. Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Puasa Ramadhan
Kawedanan merupakan wilayah administrasi ke-pemerintahan yang berada di bawah kabupaten dan di atas kecamatan, yang berlaku pada masa Hindia-Belanda dan beberapa tahun setelah kemerdekaan Indonesia.
Setiap Kawedanan dibagi menjadi beberapa kecamatan. Pada masa itu Kramat Jati merupakan wilayah yang luas, terdiri dari 4 kecamatan dan 52 kelurahan. Saat ini wilayah Kramat Jati hanya memiliki tujuh kelurahan. Baca juga: Kisah Sayyidah Fathimah dan Asal-usul Keranda Mayat
Kramat Jati juga dikenal dengan keberadaan pasar induk, yakni Pasar Induk Kramat Jati yang didirikan pada tahun 1973. Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, daerah Kramat Jati belum termasuk wilayah Batavia atau Jakarta, melainkan bagian dari Afdeeling Meester Cornelis atau Jatinegara.
Setelah masa pemerintahan kemerdekaan RI, berlandaskan UU No. 22 tahun 1948, Kramat Jati merupakan daerah kawedanan (distrik) yang dikepalai oleh seorang wedana. Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Puasa Ramadhan
Kawedanan merupakan wilayah administrasi ke-pemerintahan yang berada di bawah kabupaten dan di atas kecamatan, yang berlaku pada masa Hindia-Belanda dan beberapa tahun setelah kemerdekaan Indonesia.
Setiap Kawedanan dibagi menjadi beberapa kecamatan. Pada masa itu Kramat Jati merupakan wilayah yang luas, terdiri dari 4 kecamatan dan 52 kelurahan. Saat ini wilayah Kramat Jati hanya memiliki tujuh kelurahan. Baca juga: Kisah Sayyidah Fathimah dan Asal-usul Keranda Mayat
Lihat Juga :