alexametrics

2.300 TNI-Polri kawal May Day & demo BBM di Makassar

loading...
2.300 TNI-Polri kawal May Day & demo BBM di Makassar
2.300 TNI-Polri kawal May Day & demo BBM di Makassar
A+ A-
Sindonews.com - Menjelang puncak peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 1 Mei dan unjuk rasa penolakan kenaikan BBM, aparat kepolisian mulai memperketat pengamanan di Kota Makassar.

Pengamanan yang tampak mencolok terlihat di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta sejumlah fasilitas penting milik PT Pertamina Region VII Makassar.

Selain itu, objek-objek vital seperti Kantor Gubernur Sulsel, Kantor Wali Kota Makassar, DPRD Sulsel, DPRD Makassar, serta beberapa titik lainnya juga mendapatkan pengamanan ketat.



Tidak kurang dari 2.300 personel gabungan dari Polri dan TNI mulai hari ini, telah diturunkan untuk mengantisipasi terjadinya aksi unjuk rasa yang berujung chaos.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Makassar AKBP M Ridwan mengungkapkan, khusus dari Polrestabes dan Polda Sulselbar, diturunkan sebanyak 1.800 personel.

Sedangkan bantuan dari Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana, menyebar sedikitnya 500 prajurit TNI untuk memback-up Polri.

"Ini untuk membuat situasi kondusif di Kota Makassar, utamanya menjelang May Day dan unjuk rasa penolakan kenaikan BBM yang mulai marak," katanya kepada Sindo, Senin (29/4/2013).

Ridwan menyebutkan, khusus pengamanan di SPBU, ditempatkan sedikitnya tujuh hingga 10 orang personel. Jumlah SPBU yang dijaga petugas TNI-Polri di Makassar sebanyak 39 unit yang tersebar di beberapa ruas jalan.

Sementara itu, sumber di intelejen kepolisian mengungkapkan, Kota Makassar menjadi salah satu wilayah kota besar yang mendapatkan pantauan langsung dari Mabes Polri.

Hal ini setelah Kota Makassar dianggap rawan terjadi kekacauan, pada peringatan May Day dan penolakan kenaikan BBM oleh pemerintah pusat.

Apalagi, sehari sebelumnya, Asisten Operasi Mabes Polri Irjen Badrodin Haiti menyebutkan beberapa kota besar di Indonesia menjadi atensi khusus dari aparat keamanan.

Diantaranya DKI Jakarta, khususnya di depan istana, Surabaya, Medan, Makassar, serta beberapa kota yang lebih kecil seperti Batam.

Menyikapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi berharap, situasi di Sulsel, khususnya Makassar, tetap kondusif dan terkendali.

"Tentang diprediksinya Makassar rawan rusuh, semoga hal itu tidak terjadi. Polda dan jajaran tetap akan melakukan langkah antisipasi secara preemtif, preventif dan penegakan hukum terhadap hal-hal yang tak diinginkan bersama," pungkasnya.

Menurut perwira menengah Polri ini, upaya preemtif dilakukan dengan melakukan deteksi dini terhadap setiap perkembangan situasi yang terjadi di lapangan, preventif dengan melakukan langkah-langkah pencegahan seperti pengamanan, penjagaan, dan patroli di beberapa titik-titik rawan.

"Kita juga melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku pidana dan pelanggaran lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," beber Endi.
(rsa)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak