Hari Film Nasional Tema Jejak Kebudayaan, Heidy Hermia Ismail Berterima Kasih
Kamis, 31 Maret 2022 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Dia memperdalam pengetahuan dramanya dan aktif dalam kegiatan drama di sekolahnya. Bakatnya kian berkembang saat bekerja di Keimin Bunka Sidosho (Kantor Besar Pusat Kebudayaan Jepang).
Di tempat itu, dia bersama Armijn Pane dan budayawan lainnya bekerja sama untuk mementaskan drama.
Gadis Desa adalah garapan pertama filmnya lanjut dengan film Harta Karun di tahun 1949 diangkat dari karya Moliere, Tjitra di tahun 1949. Kemudian, Darah dan Doa 1950, Dosa Tak Berampun 1951, Enam Djam di Djogja 1951, Tiga Dara 1956, Anak Anak Revolusi 1964 dan banyak flim lainnya.
Untuk mengenang jasanya, namanya juga diabadikan di sebuah gedung perfilman yaitu Pusat Perfilman Usmar Ismail di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Usmar Ismail wafat pada 2 Januari 1971 karena sakit stroke dalam usia hampir genap 50 tahun.
Di tempat itu, dia bersama Armijn Pane dan budayawan lainnya bekerja sama untuk mementaskan drama.
Gadis Desa adalah garapan pertama filmnya lanjut dengan film Harta Karun di tahun 1949 diangkat dari karya Moliere, Tjitra di tahun 1949. Kemudian, Darah dan Doa 1950, Dosa Tak Berampun 1951, Enam Djam di Djogja 1951, Tiga Dara 1956, Anak Anak Revolusi 1964 dan banyak flim lainnya.
Untuk mengenang jasanya, namanya juga diabadikan di sebuah gedung perfilman yaitu Pusat Perfilman Usmar Ismail di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Usmar Ismail wafat pada 2 Januari 1971 karena sakit stroke dalam usia hampir genap 50 tahun.
(jon)
Lihat Juga :