Belum Miliki Tempat Pengolahan, Sulut Tak Bisa Langsung Ekspor Sarang Burung Walet
Selasa, 29 Maret 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang menyebutkan, eksportasi komoditas pertanian di 2022 ini akan semakin meningkat dibandingkan tahun lalu, sesuai dengan tujuan Gerakan Ekspor Komoditas Pertanian Tiga Kali Lipat (Gratieks), karenanya kita harus melakukan terobosan untuk akselerasinya.
BPS mencatat, adanya peningkatan ekspor pertanian hingga bulan Februari tahun 2022 sebesar 11,45% (YoY). Secara khusus data IQFAST Barantan menunjukan selain sarang burung walet yang menunjukkan tren peningkatan sebesar 20%, yakni secara nasional mencapai 81,2 ton dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 67,7 ton. Komoditas asal sub sektor perkebunan, kelapa bulat dan santan juga menunjukan tren peningkatan masing-masing 60,9% dan 11,9%.
"Strategi akselerasi ekspor ini salah satunya dengan menggali potensi daerah, dan membagi informasi kepada para investor agar mereka tertarik untuk berinvestasi, terlebih sarang burung walet ini dimana potensi Indonesia sangat besar," ujar Bambang.
BPS mencatat, adanya peningkatan ekspor pertanian hingga bulan Februari tahun 2022 sebesar 11,45% (YoY). Secara khusus data IQFAST Barantan menunjukan selain sarang burung walet yang menunjukkan tren peningkatan sebesar 20%, yakni secara nasional mencapai 81,2 ton dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 67,7 ton. Komoditas asal sub sektor perkebunan, kelapa bulat dan santan juga menunjukan tren peningkatan masing-masing 60,9% dan 11,9%.
"Strategi akselerasi ekspor ini salah satunya dengan menggali potensi daerah, dan membagi informasi kepada para investor agar mereka tertarik untuk berinvestasi, terlebih sarang burung walet ini dimana potensi Indonesia sangat besar," ujar Bambang.
(eyt)
Lihat Juga :