Launching IndoNarator, Pemuda Berperan Menjemput Zaman
Jum'at, 25 Maret 2022 - 16:51 WIB
loading...
IndoNarator menyebutkan pemuda berperan dalam menjemput zaman. Hal itu terlihat dari catatan sejarah dimana momen penting di Indonesia. Foto/Istimewa
A
A
A
DEPOK - Senior Advisor IndoNarator Samsul Hadi mengatakan, pemuda berperan dalam menjemput zaman. Hal itu terlihat dari catatan sejarah dimana momen penting di Indonesia selalu diakhiri dengan angka delapan.
Mulai dari peristiwa 1908 terkait dengan Budi Utomo, 1928 juga terdapat sumpah pemuda dan kongres kebudayaan pertama, hingga momentum 1968 dan 1998 tercatat sebagai tahun berakhirnya kekuasaan presiden Soekarno dan presiden Soeharto. Baca juga: Haris Pertama: Pemuda Harus Terdepan Ingatkan Memori Sejarah
“Ini hanya sekilas mengapa akhir delapan menjadi momentum sejarah. Ada peran pemuda dalam menjemput zaman, ini mengapa setiap event penting terjadi pada tahun yang berakhir pada angka delapan,” katanya dalam diskusi dengan tema ‘Indonesia 1928’ yang digagas IndoNarator, Kamis (24/3/2022).
Sejarawan Anhar Gonggong menambahkan jika Indonesia 1928 itu dijadikan spirit dasar, maka membumikan pendidikan politik rakyat harus dilakoni. Menurutnya yang menjadi persoalan saat ini adalah pudarnya peranan organisasi politik dalam menjalankan fungsi edukasi.
“Pertanyaan saya sekarang adakah partai mendidik rakyat. Kan itu persoalannya. Hal ini yang harus dipikirkan. Kalau bisa anda punya organisasi harus mendidik rakyat. Nah sekarang, pesan saya, IndoNarator tolong didik rakyat sambil tetap mempertahankan integritas anda,” katanya.
Mulai dari peristiwa 1908 terkait dengan Budi Utomo, 1928 juga terdapat sumpah pemuda dan kongres kebudayaan pertama, hingga momentum 1968 dan 1998 tercatat sebagai tahun berakhirnya kekuasaan presiden Soekarno dan presiden Soeharto. Baca juga: Haris Pertama: Pemuda Harus Terdepan Ingatkan Memori Sejarah
“Ini hanya sekilas mengapa akhir delapan menjadi momentum sejarah. Ada peran pemuda dalam menjemput zaman, ini mengapa setiap event penting terjadi pada tahun yang berakhir pada angka delapan,” katanya dalam diskusi dengan tema ‘Indonesia 1928’ yang digagas IndoNarator, Kamis (24/3/2022).
Sejarawan Anhar Gonggong menambahkan jika Indonesia 1928 itu dijadikan spirit dasar, maka membumikan pendidikan politik rakyat harus dilakoni. Menurutnya yang menjadi persoalan saat ini adalah pudarnya peranan organisasi politik dalam menjalankan fungsi edukasi.
“Pertanyaan saya sekarang adakah partai mendidik rakyat. Kan itu persoalannya. Hal ini yang harus dipikirkan. Kalau bisa anda punya organisasi harus mendidik rakyat. Nah sekarang, pesan saya, IndoNarator tolong didik rakyat sambil tetap mempertahankan integritas anda,” katanya.
Lihat Juga :