Mobil Truk Rusak Picu Kemacetan di Jalan Berkelok Maros-Bone
Jum'at, 25 Maret 2022 - 15:19 WIB
loading...
Situasi di arus lalu lintas yang tersendat di jalan berkelok Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Jumat (25/3/2022). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Kemacetan panjang terjadi di Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Maros-Bone, Jumat (25/3/2022).
Kemacetan terjadi di daerah jalan berkelok Kecamatan Simbang hingga Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Kondisi ini sudah terjadi sejak pukul 08.30 Wita sampai sekarang.
Baca juga:Sistem Satu Arah di Jalan Daan Mogot Tak Ampuh Atasi Antrean Kendaraan
Kemacetan disebabkan mogoknya truk di Dusun Panggia, Kecamatan Simbang. Truk tersebut miring ke kanan lantaran as roda yang patah. Akibatnya, mobil yang melintasi ruas jalan protokol ini harus mengantre karena setengah jalan tertutup truk rusak tersebut.
Kasat Lantas Polres Maros , AKP Abd Malik mengatakan, hingga saat ini masih terjadi perlambatan kendaraan dari arah Maros-Bone dan juga sebaliknya.
"Truk sudah jalan, cuman kan imbasnya membuat atrean panjang terjadi karena cuma satu lajur yang dapat dilalui,” katanya saat dihubungi, Jumat (25/3/2022).
Mengingat banyaknya kejadian seperti ini, Kasatlantas meminta kepada pengusaha dan pemilik truk untuk memperhatikan kondisi kendaraan sebelum dioperasikan.
Baca juga:Kabel Menjuntai ke Jalan Puri Beta Tangerang Akibatkan Kemacetan Parah
"Karena jika kendaraannya rusak di daerah Cenrana, maka imbasnya akan sangat fatal. Banyak kendaraan yang tidak bisa melintas dan mengakibatkan kemacetan yang panjang," terangnya.
Sementara itu, salah seorang pengendara motor, Ismal, warga Kecamatan Mallawa mengatakan, dia telah terjebak selama empat jam di jalan berkelok tersebut.
“ Kemacetan yang di Cenrana sudah dua kali dalam sepekan, mungkin muatan mobilnya terlalu berat, jadi susah menanjak. Apalagi di jalur pendakian dan sempit,” sebutnya.
Baca juga:Pohon Tumbang, Arus Lalu Lintas di Poros Enrekang-Toraja Sempat Lumpuh
Korban kemacetan lainnya, Hamzah pun terpaksa memutar balik karena tak kuasa menghadapi kondisi tersebut.
“Macetnya sudah lama sekali. Saya tidak tahu kapan berakhir. Makanya saya memilih untuk kembali pulang daripada harus melanjutkan perjalanan," ujarnya.
Kemacetan terjadi di daerah jalan berkelok Kecamatan Simbang hingga Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Kondisi ini sudah terjadi sejak pukul 08.30 Wita sampai sekarang.
Baca juga:Sistem Satu Arah di Jalan Daan Mogot Tak Ampuh Atasi Antrean Kendaraan
Kemacetan disebabkan mogoknya truk di Dusun Panggia, Kecamatan Simbang. Truk tersebut miring ke kanan lantaran as roda yang patah. Akibatnya, mobil yang melintasi ruas jalan protokol ini harus mengantre karena setengah jalan tertutup truk rusak tersebut.
Kasat Lantas Polres Maros , AKP Abd Malik mengatakan, hingga saat ini masih terjadi perlambatan kendaraan dari arah Maros-Bone dan juga sebaliknya.
"Truk sudah jalan, cuman kan imbasnya membuat atrean panjang terjadi karena cuma satu lajur yang dapat dilalui,” katanya saat dihubungi, Jumat (25/3/2022).
Mengingat banyaknya kejadian seperti ini, Kasatlantas meminta kepada pengusaha dan pemilik truk untuk memperhatikan kondisi kendaraan sebelum dioperasikan.
Baca juga:Kabel Menjuntai ke Jalan Puri Beta Tangerang Akibatkan Kemacetan Parah
"Karena jika kendaraannya rusak di daerah Cenrana, maka imbasnya akan sangat fatal. Banyak kendaraan yang tidak bisa melintas dan mengakibatkan kemacetan yang panjang," terangnya.
Sementara itu, salah seorang pengendara motor, Ismal, warga Kecamatan Mallawa mengatakan, dia telah terjebak selama empat jam di jalan berkelok tersebut.
“ Kemacetan yang di Cenrana sudah dua kali dalam sepekan, mungkin muatan mobilnya terlalu berat, jadi susah menanjak. Apalagi di jalur pendakian dan sempit,” sebutnya.
Baca juga:Pohon Tumbang, Arus Lalu Lintas di Poros Enrekang-Toraja Sempat Lumpuh
Korban kemacetan lainnya, Hamzah pun terpaksa memutar balik karena tak kuasa menghadapi kondisi tersebut.
“Macetnya sudah lama sekali. Saya tidak tahu kapan berakhir. Makanya saya memilih untuk kembali pulang daripada harus melanjutkan perjalanan," ujarnya.
(luq)
Lihat Juga :