Bungkil Kopra dan Bunga Pala Sulawesi Utara Tembus Pasar India
Jum'at, 25 Maret 2022 - 13:56 WIB
loading...
Bungkil kopra dan bunga pala atau fuli asal Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menembus India dengan diekspor pada periode Januari-Februari 2022 lalu. Foto/Ilustrasi/Antara
A
A
A
MANADO - Bungkil kopra dan bunga pala atau fuli asal Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menembus India dengan diekspor pada periode Januari-Februari 2022 lalu.
"Kami mengekspor bungkil kopra ke India sebanyak 6.300 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 951.300 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Edwin Kindangen di Manado, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Serentak, Gubernur Sulut Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 15 Negara
Edwin mengatakan volume ekspor bunga pala sebanyak 14,4 ton dengan sumbangan devisa sebesar 201.600 dolar AS.
Dia menjelaskan, India menjadi tujuan utama ekspor komoditi unggulan Sulut baik turunan kelapa maupun hasil perkebunan lainnya, sehingga pasar ini harus dijaga dengan baik.
"Saya harap petani dan pengekspor di Sulut memberikan pelayanan terbaik, kualitas produk dijaga serta kuantitas diperhatikan," kata Edwin.
Sementara itu, Kabid Daglu Disperindag Sulut darwin Muksin mengatakan pihaknya siap memfasilitasi dalam pengurusan surat keterangan asal (SKA) dan sejenisnya untuk mempercepat proses ekspor barang dari Sulut.
"Kami siap setiap waktu, ada tim yang tetap sedia jika ada pengekspor yang akan mengurus berkas ekspor, walaupun hari libur," katanya.
Baca juga: Kiai Zainal Mustafa, Kerap Diturunkan dari Mimbar saat Ceramah oleh Penjajah karena Dianggap Radikal
Karena, katanya, pemerintah akan memprioritaskan kinerja ekspor Sulut dan berupaya menjaga kepercayaan pasar sehingga permintaan mereka akan semakin meningkat.
"Kami mengekspor bungkil kopra ke India sebanyak 6.300 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 951.300 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Edwin Kindangen di Manado, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Serentak, Gubernur Sulut Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 15 Negara
Edwin mengatakan volume ekspor bunga pala sebanyak 14,4 ton dengan sumbangan devisa sebesar 201.600 dolar AS.
Dia menjelaskan, India menjadi tujuan utama ekspor komoditi unggulan Sulut baik turunan kelapa maupun hasil perkebunan lainnya, sehingga pasar ini harus dijaga dengan baik.
"Saya harap petani dan pengekspor di Sulut memberikan pelayanan terbaik, kualitas produk dijaga serta kuantitas diperhatikan," kata Edwin.
Sementara itu, Kabid Daglu Disperindag Sulut darwin Muksin mengatakan pihaknya siap memfasilitasi dalam pengurusan surat keterangan asal (SKA) dan sejenisnya untuk mempercepat proses ekspor barang dari Sulut.
"Kami siap setiap waktu, ada tim yang tetap sedia jika ada pengekspor yang akan mengurus berkas ekspor, walaupun hari libur," katanya.
Baca juga: Kiai Zainal Mustafa, Kerap Diturunkan dari Mimbar saat Ceramah oleh Penjajah karena Dianggap Radikal
Karena, katanya, pemerintah akan memprioritaskan kinerja ekspor Sulut dan berupaya menjaga kepercayaan pasar sehingga permintaan mereka akan semakin meningkat.
(shf)
Lihat Juga :