Penumpang Mulai Ramai, Daop 2 Minta Penumpang KAI Patuhi Protokol Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2020 - 11:31 WIB
loading...
Penumpang Mulai Ramai,...
Petugas dari PT KAI memeriksa suhu tubuh salah satu penumpang yang akan menggunakan moda transportasi massal. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan sebelum atau saat menggunakan kereta api. Hingga kini, PT KAI telah menolak sejumlah penumpang yang ditemukan tidak memenuhi syarat seiring naiknya warga yang menggunakan moda transportasi massal ini.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Noxy Citrea mengatakan, protokol kesehatan di kereta api tak hanya berlaku bagi kereta jarak jauh. Tetapi juga berlaku bagi kereta api lokal Bandung raya. Hal itu sesuai Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 pada 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

Beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi yaitu diharuskan dalam kondisi sehat, artinya tidak menderita flu, pilek, batuk, demam. Kemudian suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Persyaratan lainnya wajib menggunakan masker dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket. (Baca juga: Serangan Koloni Besar Belalang Kembara Resahkan Warga Sumba Timur )

"Jika salah satu persyaratan tersebut tidak terpenuhi maka penumpang KA Lokal tidak diperkenankan naik kereta api. Aturan ini sangat penting untuk dipatuhi agar semua pihak bisa saling menjaga kesehatan saat menggunakan kereta api," jelas dia, Rabu (17/6/2020).

Sedangkan untuk calon penumpang jarak jauh diharuskan untuk melengkapi delapan persyaratan. Diantaranya hasil uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari. Surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness). Penumpang dalam kondisi sehat tidak menderita flu, batuk dan demam. Wajib mengenakan masker. Suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celcius. Menggunakan pakaian pelindung (jaket atau pakaian lengan panjang). (Baca juga: Perahu Terbalik, Warga Wonosobo Tewas di Waduk Wadaslintang )

Noxy menerangkan, khusus untuk perjalanan KA Jarak Jauh penumpang diharuskan mengenakan Face Shield yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga zona 2 (dua) stasiun tujuan. Khusus untuk penumpang infant, diwajibkan membawa face shield sendiri saat menggunakan kereta api jarak jauh.

“Mari kita patuhi bersama protokol kesehatan yang diterapkan dalam perjalanan kereta api agar kesehatan tetap terjaga. Meski KA Reguler beroperasi di tengah pandemi, KAI tetap bertekad melayani masyarakat yang melakukan perjalanan dengan selamat, aman, nyaman dan sehat sampai tujuan dengan tidak melanggar protokol pencegahan Covid 19,” ujar Noxy.

Sampai dengan 15 Juni 2020, beberapa calon penumpang batal berangkat dengan bermacam sebab. Penyebab dominan adalah tidak lengkapnya data yang dibawa penumpang saat boarding pass, di antaranya tidak menyertakan hasil PCR / Rapid Test, serta Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) khusus penumpang yang menuju DKI Jakarta.

“Jika saat proses boarding (pengecekan tiket) penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh 100%” pungkas Noxy.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KA Jaka Tingkir dan...
KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Anjlok di Stasiun Pasar Senen, 6 Perjalanan Kereta Terlambat
Tekan Risiko Kecelakaan,...
Tekan Risiko Kecelakaan, KAI Daop 1 Jakarta Tutup Sejumlah Pelintasan Sebidang Liar
KAI akan Bangun Tugu...
KAI akan Bangun Tugu Kenang Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Usut Tabrakan Kereta...
Usut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Pihak Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian
Pramono Dukung PT KAI...
Pramono Dukung PT KAI Tangani Pelintasan Sebidang Tanpa Penjagaan
1.800 Perlintasan Sebidang...
1.800 Perlintasan Sebidang Liar Bakal Ditertibkan, KAI: Tak Ada Kompromi
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Dirut KAI Tinjau Pengembangan...
Dirut KAI Tinjau Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional 12 Kereta Bogor Line
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Berita Terkini
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Infografis
Kelas 1, 2 dan 3 BPJS...
Kelas 1, 2 dan 3 BPJS Kesehatan Akan Diganti Jadi KRIS!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved