Ajak Partisipasi Masyarakat, Anies: Identitas Pelapor di Aplikasi Jaki Dirahasiakan
Kamis, 24 Maret 2022 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi petugas kita saat ke lapangan tidak menyebutkan nama pelapor, jadi kita melakukan training pada SDM kita agar tidak mengungkap identitas pelapor di lokasi yang dilaporkan. Kita harus percayakan kepada pakar dan ahlinya serta memiliki track record (soal privasi)," tuturnya.
Tak hanya itu, Anies mengaku membuat sebuah website dengan nama Jala Hoax. Website tersebut berisi berbagai konten dan informasi di Jakarta yang memenuhinya kualifikasi hoaks. Baca: Anies Baswedan: Jakarta Jadi Pusat Talenta Start Up Digital
"Kita sebagai warga yang hidup di zaman digital kita harus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Ini benteng terkuat melawan hoaks," ujarnya. Hoaks, kata dia, akan mudah tersebar jika pembacanya tidak memiliki pemikiran kritis atas informasi yang didapat.
"Berikan tempat untuk warga mengecek. Tumbuhkan sikap kritis untuk melakukan double check. Perkembangan teknologi digital perlu kita sosialisasikan ke masyarakat. Perubahan itu tidak bisa dicegah, kita masyarakat harus mengantisipasi dengan seksama dan cepat serta membawa manfaat bagi semua," ucapnya.
Tak hanya itu, Anies mengaku membuat sebuah website dengan nama Jala Hoax. Website tersebut berisi berbagai konten dan informasi di Jakarta yang memenuhinya kualifikasi hoaks. Baca: Anies Baswedan: Jakarta Jadi Pusat Talenta Start Up Digital
"Kita sebagai warga yang hidup di zaman digital kita harus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Ini benteng terkuat melawan hoaks," ujarnya. Hoaks, kata dia, akan mudah tersebar jika pembacanya tidak memiliki pemikiran kritis atas informasi yang didapat.
"Berikan tempat untuk warga mengecek. Tumbuhkan sikap kritis untuk melakukan double check. Perkembangan teknologi digital perlu kita sosialisasikan ke masyarakat. Perubahan itu tidak bisa dicegah, kita masyarakat harus mengantisipasi dengan seksama dan cepat serta membawa manfaat bagi semua," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :