BPTJ Kaji Kereta Gantung di Puncak Rp7,31 Triliun, Bupati Bogor: Kemahalan

Selasa, 22 Maret 2022 - 15:07 WIB
loading...
BPTJ Kaji Kereta Gantung...
Kajian BPTJ menyebut pembangunan moda berbasis rel menuju Kawasan Puncak dengan kombinasi Kereta AGT dan Kereta Gantung, membutuhkan biaya Rp7,31 triliun. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin menyebut nominal Rp7,31 triliun oleh BPTJ terkait hasil kajian awal pembangunan kereta AGT dan kereta gantung di kawasan Puncak terlampau mahal. Namun, dia menyarankan menyelesaikan pembangunan Jalur Puncak 2 mengatasi kemacetan.

”Kemahalan kalau menurut saya. Lebih baik Puncak 2 aja selesaikan, kalau ada anggarannya silakan,” kata Ade Yasin, Selasa (22/3/2022). Baca juga: Pembangunan Kereta AGT dan Kereta Gantung di Jalur Puncak Butuh Rp7,31 Triliun

Ade menilai pembangunan Jalur Puncak 2 lebih sedikit memakan biaya dibandingkan dengan kereta AGT dan kereta gantung. Karena, jika di hitung nominal pembangunannya kurang dari Rp 1 triliun.”Nggak akan sampai Rp7 triliun kalau Puncak 2. Rp1 triliun juga kurang,” ujarnya.

Kereta AGT dan kereta gantung, kata dia, lebih cocok digunakan sebagai wisata. Sedangkan, Jalur Puncak 2 akan membantu masyarakat yang akan menuju wilayah Cianjur atau Bandung.

”Saya kira kalau kereta gantung untuk wisatanya aja. Tapi kepentingan masyarakat yang akan menuju Bandung atau Cianjur, kurang terbantu. Tapi kalau Puncak 2 kan keluarnya di Cianjur, masyarakat yang ke Bandung bisa lewat situ,” pungkasnya. Baca juga: Kemenhub Akan Kaji Usulan Sandiaga Uno Bangun Kereta Gantung di Kawasan Puncak



Sebelumnya, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (mengaku sudah penah melakukan kajian awal awal kemungkinan pembangunan kereta gantung di Puncak, Kabupaten Bogor dalam bentuk Outline Business Case (OCB) pada 2021.

Hasil kajian merekomendasikan bentuk moda transportasi berbasis rel yang paling memungkinkan dibangun adalah kombinasi antara kereta AGT (Automated Guideway Transit) dan kereta gantung.

Salah satu konsekuensi yang timbul jika harus membangun moda transportasi massal berbasis rel di kawasan Puncak adalah biaya yang cukup besar. Kajian yang dilakukan BPTJ menyebut pembangunan moda berbasis rel menuju Kawasan Puncak dengan kombinasi Kereta AGT dan Kereta Gantung membutuhkan biaya tak kurang dari Rp7,31 triliun.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keindahan Gunung Gede...
Keindahan Gunung Gede dan Gunung Pangrango Sambut Wisatawan di Puncak
Buka Korean Town, Minimania...
Buka Korean Town, Minimania Puncak Hadirkan Sensasi Musim Gugur dan River Cruise
Festival Motor Sukses...
Festival Motor Sukses Digelar di Stadion Pakansari Bogor
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved