Profil Dwi Priyatno, Mantan Kapolda Metro Libas Peredaran Narkoba di Diskotek Stadium
Selasa, 22 Maret 2022 - 14:47 WIB
loading...
Komjen Pol Dwi Priyatno saat menjabat Irwasum Polri. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komjen Pol (Purn) Dwi Priyatno ketika menjabat Kapolda Metro Jaya berhasil melibas peredaran narkoba di Diskotek Stadium, Taman Sari, Jakarta Barat. Bahkan, Dwi yang saat itu berpangkat Irjen Pol mengusulkan kepada Pemprov DKI Jakarta agar menutup diskotek tersohor itu.
Tak butuh lama, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung menyegel sekaligus menutup selamanya Stadium. Penutupan diskotek legendaris tersebut bukan ujug-ujug karena berulang kali ditemukan kasus peredaran narkoba.
Baca juga: Profil Rumiah Kartoredjo, Polwan Pertama Jabat Kapolda yang Meredam Kegaduhan Eksekusi Imam Samudra
Pada Mei 2014, polisi melakukan penggerebekan Diskotek Stadium kemudian mengamankan ribuan pil ekstasi, puluhan gram sabu, serta pistol di loker diskotek. Manajemen pun diperiksa. "Kami periksa mulai dari manajer sampai direkturnya karena informasi yang didapat ada oknum karyawan yang juga memperjualbelikan narkoba," ujar Dwi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/5/2014).
Apalagi sebelumnya ada anggota polisi bernama Jicky Vay Gumerung tewas overdosis di Diskotek Stadium. Polisi berpangkat Brigadir Dua itu merupakan anggota Polda Sulawesi Utara yang datang ke tempat hiburan malam itu bersama rekan-rekannya yang juga polisi.
Selain merazia tempat hiburan malam yang teridentifikasi sarang narkoba, Polda Metro Jaya di bawah komando Dwi Priyatno berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba kelas kakap. "Selama kurun waktu 3 bulan (Juni-Agustus 2014), Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap 8 kasus narkoba dengan 14 tersangka. Saat penggeledahan ditemukan home industry pembuatan narkoba jenis sabu di Jagakarsa, Jakarta Selatan," kata Dwi.
"Total barang bukti yang disita sabu seberat 11,959 gram, ekstasi 20.717 butir, heroin 799,08 gram, dan alat-alat laboratorium. Hasil penyitaan barang bukti dikonversi dalam rupiah senilai Rp31 miliar dan dapat menyelamatkan 87.102 jiwa," tambahnya saat itu.
Dwi menjabat Kapolda Metro Jaya cukup singkat yakni 18 Maret-5 September 2014. Sebenarnya ada pejabat yang lebih singkat lagi yakni Jenderal Pol (Purn) Timur Pradopo yang menjabat Kapolda Metro Jaya hanya 3,5 bulan (8 Juni 2010-7 Oktober 2010).
Tak butuh lama, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung menyegel sekaligus menutup selamanya Stadium. Penutupan diskotek legendaris tersebut bukan ujug-ujug karena berulang kali ditemukan kasus peredaran narkoba.
Baca juga: Profil Rumiah Kartoredjo, Polwan Pertama Jabat Kapolda yang Meredam Kegaduhan Eksekusi Imam Samudra
Pada Mei 2014, polisi melakukan penggerebekan Diskotek Stadium kemudian mengamankan ribuan pil ekstasi, puluhan gram sabu, serta pistol di loker diskotek. Manajemen pun diperiksa. "Kami periksa mulai dari manajer sampai direkturnya karena informasi yang didapat ada oknum karyawan yang juga memperjualbelikan narkoba," ujar Dwi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/5/2014).
Apalagi sebelumnya ada anggota polisi bernama Jicky Vay Gumerung tewas overdosis di Diskotek Stadium. Polisi berpangkat Brigadir Dua itu merupakan anggota Polda Sulawesi Utara yang datang ke tempat hiburan malam itu bersama rekan-rekannya yang juga polisi.
Selain merazia tempat hiburan malam yang teridentifikasi sarang narkoba, Polda Metro Jaya di bawah komando Dwi Priyatno berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba kelas kakap. "Selama kurun waktu 3 bulan (Juni-Agustus 2014), Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap 8 kasus narkoba dengan 14 tersangka. Saat penggeledahan ditemukan home industry pembuatan narkoba jenis sabu di Jagakarsa, Jakarta Selatan," kata Dwi.
"Total barang bukti yang disita sabu seberat 11,959 gram, ekstasi 20.717 butir, heroin 799,08 gram, dan alat-alat laboratorium. Hasil penyitaan barang bukti dikonversi dalam rupiah senilai Rp31 miliar dan dapat menyelamatkan 87.102 jiwa," tambahnya saat itu.
Dwi menjabat Kapolda Metro Jaya cukup singkat yakni 18 Maret-5 September 2014. Sebenarnya ada pejabat yang lebih singkat lagi yakni Jenderal Pol (Purn) Timur Pradopo yang menjabat Kapolda Metro Jaya hanya 3,5 bulan (8 Juni 2010-7 Oktober 2010).
Lihat Juga :