Mitos Puting Beliung di Gunungkidul Gara-gara Tak Gelar Wayangan
Sabtu, 19 Maret 2022 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kalau mau digunakan harus diruwat atau dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya agar aura negatifnya hilang," terang dia.
Baca: Angin Puting Beliung Terjang Bangka, Puluhan Rumah Rusak
Kepercayaan tersebut sampai sekarang memang masih dipatuhi oleh masyarakat. Termasuk juga kepercayaan terjadinya bencana angin puting beliung tersebut karena sudah dua tahun ini masyarakat Kalurahan Mulusan tidak menyelenggarakan Rasulan (Bersih Desa) dengan pertunjukkan wayang.
Menurut tokoh spiritualis ini, Wayangan dengan lakon khusus harus digelar setahun sekali terutama pada saat acara bersih desa atau Rasulan. Gelaran wayang ini sebagai salah satu cara untuk menghindarkan masyarakat dari hal-hal yang negatif.
"Sejak pandemi kan kita tidak pernah menyelenggarakan rasulan dengan wayang. Makanya warga sini menganggap gara-gara itulah angin puting beliung melanda kawasan mereka," tambahnya.
Meskipun secara logika antara wayangan dengan bencana, namun masyarakat sering menghubungkan kedua hal tersebut. Sehingga kemungkinan besar tahun ini mereka akan menyelenggarakan ritual bersih desa dengan pertunjukkan wayang kulit.
Baca: Angin Puting Beliung Terjang Bangka, Puluhan Rumah Rusak
Kepercayaan tersebut sampai sekarang memang masih dipatuhi oleh masyarakat. Termasuk juga kepercayaan terjadinya bencana angin puting beliung tersebut karena sudah dua tahun ini masyarakat Kalurahan Mulusan tidak menyelenggarakan Rasulan (Bersih Desa) dengan pertunjukkan wayang.
Menurut tokoh spiritualis ini, Wayangan dengan lakon khusus harus digelar setahun sekali terutama pada saat acara bersih desa atau Rasulan. Gelaran wayang ini sebagai salah satu cara untuk menghindarkan masyarakat dari hal-hal yang negatif.
"Sejak pandemi kan kita tidak pernah menyelenggarakan rasulan dengan wayang. Makanya warga sini menganggap gara-gara itulah angin puting beliung melanda kawasan mereka," tambahnya.
Meskipun secara logika antara wayangan dengan bencana, namun masyarakat sering menghubungkan kedua hal tersebut. Sehingga kemungkinan besar tahun ini mereka akan menyelenggarakan ritual bersih desa dengan pertunjukkan wayang kulit.
(hsk)
Lihat Juga :