Omicron di Kota Surabaya Melandai, Pemkot Fokus Cegah Deltacron
Sabtu, 19 Maret 2022 - 08:36 WIB
loading...
Kasus varian Omicron sudah menurun di Surabaya dalam dua pekan di bulan Maret 2022. Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya fokus menghadapi varian Deltacron. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Kasus varian Omicron sudah menurun di Surabaya dalam dua pekan di bulan Maret 2022. Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya fokus menghadapi varian baru gabungan antara Delta dan Omicron, atau disebut Deltacron.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina menuturkan, hingga sekarang varian Deltacron belum ditemukan kasusnya. Meski belum ditemukan, Dinkes Surabaya tidak tinggal diam dengan menyiapkan berbagai strategi. Baca juga: Berkurang, Malam Ini Pasien Covid-19 RSDC Wisma Atlet Tersisa 971
"Yang pasti, kami melakukan optimalisasi penguatan upaya 3T (tracing, testing dan treatment), operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian yang menjadi konsentrasi masyarakat oleh seluruh Satgas COVID-19 di wilayah," kata Nanik, Jumat (18/3/2022).
Ia melanjutkan, strategi lainnya untuk mengantisipasi Deltacron, yaitu mempersiapkan RS rujukan COVID-19 untuk memfasilitasi kasus-kasus kondisi sedang hingga berat (critical). Selain itu, ia mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi primer COVID-19 dan dilanjutkan dengan booster di Kota Surabaya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina menuturkan, hingga sekarang varian Deltacron belum ditemukan kasusnya. Meski belum ditemukan, Dinkes Surabaya tidak tinggal diam dengan menyiapkan berbagai strategi. Baca juga: Berkurang, Malam Ini Pasien Covid-19 RSDC Wisma Atlet Tersisa 971
"Yang pasti, kami melakukan optimalisasi penguatan upaya 3T (tracing, testing dan treatment), operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian yang menjadi konsentrasi masyarakat oleh seluruh Satgas COVID-19 di wilayah," kata Nanik, Jumat (18/3/2022).
Ia melanjutkan, strategi lainnya untuk mengantisipasi Deltacron, yaitu mempersiapkan RS rujukan COVID-19 untuk memfasilitasi kasus-kasus kondisi sedang hingga berat (critical). Selain itu, ia mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi primer COVID-19 dan dilanjutkan dengan booster di Kota Surabaya.
Lihat Juga :