Todong Karyawan dengan Sajam, 3 Perampok Gasak Uang Rp27 Juta di Minimarket
Kamis, 17 Maret 2022 - 19:16 WIB
loading...
Aksi perampokan di salah satu minimarket di Jalan Raya Bandung tepatnya di Kampung Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, terekam kamera CCTV. (Ist)
A
A
A
CIANJUR - Aksi perampokan di salah satu minimarket di Jalan Raya Bandung tepatnya di Kampung Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, terekam kamera CCTV. Seorang karyawan ditodong dengan menggunakan senjata tajam.
Aksi tersebut terjadi saat minimarket yang akan tutup sekitar pukul 22.00 WIB, didatangi tiga orang pemuda yang berpura-pura membeli roko.
"Kejadiannya sekitar pukul 10 malam tadi, (16/3/2022), toko sudah tutup, tapi ada satu orang masuk dengan memaksa untuk membeli rokok, dan datang lagi seorang pelaku lalu keluar," kata Gilar (25) karyawan minimarket yang mengalami penodongan oleh pelaku, pada wartawan, Kamis (17/3/2022).
Namun, belum usai, satu orang kembali datang dan langsung menodongkan senjata tajam di bagian perut. Dirinya mengaku, digiring ke dalam toko.
"Awalnya ada satu orang yang menodongkan senjata tajam berukuran sekitar 30 centimeter, lalu diikuti kedua temannya, kemudian memaksa untuk menunjukan tempat penyimpan uang," katanya. Baca: Polda DIY Bekuk Mahasiswa, Mucikari Prostitusi Online dan Perdagangan Orang.
Aksi tersebut terjadi saat minimarket yang akan tutup sekitar pukul 22.00 WIB, didatangi tiga orang pemuda yang berpura-pura membeli roko.
"Kejadiannya sekitar pukul 10 malam tadi, (16/3/2022), toko sudah tutup, tapi ada satu orang masuk dengan memaksa untuk membeli rokok, dan datang lagi seorang pelaku lalu keluar," kata Gilar (25) karyawan minimarket yang mengalami penodongan oleh pelaku, pada wartawan, Kamis (17/3/2022).
Namun, belum usai, satu orang kembali datang dan langsung menodongkan senjata tajam di bagian perut. Dirinya mengaku, digiring ke dalam toko.
"Awalnya ada satu orang yang menodongkan senjata tajam berukuran sekitar 30 centimeter, lalu diikuti kedua temannya, kemudian memaksa untuk menunjukan tempat penyimpan uang," katanya. Baca: Polda DIY Bekuk Mahasiswa, Mucikari Prostitusi Online dan Perdagangan Orang.
Lihat Juga :