Kisah Prajurit Brimob Bidik Senapan AR 15 ke Arah Komandan Detasemen
Selasa, 15 Maret 2022 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Akibat peristiwa itu, sang Komandan Detasemen diganti oleh perwira muda yang kelak menjadi komandan legendaris Resimen Pelopor yakni Jenderal Polisi (Purn) Anton Soedjarwo yang akhirnya menjabat Kapolri periode tahun 1982-1986.
Karena insiden membidik senapan ke arah sang komandan, Hartino yang kemudian menjabat Komandan Kompi A Brimob Ranger ditakuti dan disegani anak buahnya.
Pada misi membasmi pemberontak DI/TII di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tahun 1959, Hartino memimpin satu regu untuk menghadang lawan. Dia selalu berada di depan dan terus berlari kencang mencari posisi sambil melepas tembakan.
Ini membuat anak buahnya yang berada di belakangnya kewalahan mengejar sang komandan. Anggota Kompi A selalu teringat dalam setiap kontak senjata, US Carabine milik Hartino yang selalu menjadi senapan pertama pasukan Ranger melepaskan peluru.
Gerombolan pemberontak yang bertemu pasukan Ranger pimpinan Hartino selalu dikejar dan jarang dilepaskan. Hartino juga memiliki kebijakan lapangan yang terkenal yaitu tidak diperkenankan membawa tawanan dalam pertempuran. Artinya, setiap musuh harus ditembak. Itulah yang membuat sosok Hartino menjadi kontroversial.
Baca juga: Profil AKBP Singgih Hermawan, Bekuk Preman Tanah Abang hingga Acak-acak Kampung Bahari
Karena insiden membidik senapan ke arah sang komandan, Hartino yang kemudian menjabat Komandan Kompi A Brimob Ranger ditakuti dan disegani anak buahnya.
Pada misi membasmi pemberontak DI/TII di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tahun 1959, Hartino memimpin satu regu untuk menghadang lawan. Dia selalu berada di depan dan terus berlari kencang mencari posisi sambil melepas tembakan.
Ini membuat anak buahnya yang berada di belakangnya kewalahan mengejar sang komandan. Anggota Kompi A selalu teringat dalam setiap kontak senjata, US Carabine milik Hartino yang selalu menjadi senapan pertama pasukan Ranger melepaskan peluru.
Gerombolan pemberontak yang bertemu pasukan Ranger pimpinan Hartino selalu dikejar dan jarang dilepaskan. Hartino juga memiliki kebijakan lapangan yang terkenal yaitu tidak diperkenankan membawa tawanan dalam pertempuran. Artinya, setiap musuh harus ditembak. Itulah yang membuat sosok Hartino menjadi kontroversial.
Baca juga: Profil AKBP Singgih Hermawan, Bekuk Preman Tanah Abang hingga Acak-acak Kampung Bahari
Lihat Juga :