Pemkab Barru Ingin Ciptakan Wirausaha Inovatif Lewat Diklat 3 in 1
Senin, 14 Maret 2022 - 19:35 WIB
loading...
Bupati Barru, Suardi Saleh saat menghadiri pembukaan diklat 3 in 1 wirausaha industri, identifikasi ide dan peluang usaha, Senin (14/3/2022). Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan
A
A
A
BARRU - Pemkab Barru menggandeng Politeknik ATI Makassar menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 3 in 1 Wirausaha Industri, Identifikasi Ide dan Peluang Usaha. Diklat digelar di Sentra Pengolahan Rumput Laut Latimpa, Desa Madello Kecamatan Balusu, Senin (14/3/2022).
Bupati Barru, Suardi Saleh yang membuka diklat ini mengatakan, kegiatan ini meupakan upaya serius pemerintah dalam program pengembangan sumber daya manusia di daerah.
Baca juga:Peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Barru Sudah Capai 98 Persen
"Penyelenggaraan Diklat 3 in 1, sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak pandemi Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah pemutusan hubungan kerja," ujar Suardi Saleh.
Bupati menjabarkan, wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru. Juga mampu menentukan cara produksi baru, menyusun operasi pengadaan produk baru, pemasaran, serta mengatur permodalan untuk menghasilkan sesuatu bernilai tinggi.
"Diklat 3 in 1, dilatih, disertifikasi dan dibimbing untuk mengharapkan supaya tidak saja sebagai tenaga kerja tapi bisa mempekerjakan orang," sebut Suardi.
Baca juga:DPMPTSP Barru Raih Predikat A dari Kemenpan RB, Terbaik di Sulsel
Kegiatan ini diharapkan mencetak wirausaha yang berkarakter dan bermental kewirausahaan. Serta mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang usahanya meliputi kompetensi teknis, manajerial, kreativitas dan inovasi.
Kegiatan ini menurut dia, juga sejalan dengan tujuan Peraturan Presiden RI No 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha, yaitu menciptakan dan mengembangkan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia terdidik dalam menggerakkan perekonomian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Barru, Andi Takdir menyebutkan, kegiatan ini bertujuan menciptakan wirausaha industri yang inovatif, berdaya saing unggul dan mandiri berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca juga:Bupati Barru: 3.000 Hektare Lahan Dibebaskan untuk KEK Pelabuhan Garongkong
Kehadiran diklat ini diharapkan dapat membangkitkan minat berwirausaha dan menjadi ajang menggali ide kreativitas dan inovasi seluruh pengelola IKM dan UMKM, sehingga memiliki aspek kebermanfaatan bagi masyarakat dan Kabupaten Barru ke depan.
Sementara itu, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri berharap lahir ide-ide kreatif dan inovatif dari masyarakat, khususnya dari pengelola IKM dan UMKM, yang selanjutnya lebih dioptimalkan hingga dapat diimplementasikan dalam bentuk proposal bisnis.
Proposal bisnis inilah yang kata Basri bisa diikutkan dalam program inkubasi bisnis di Kampus Politeknik ATI Makassar. Termasuk peluang untuk dapat menjadi mitra bisnis bagi tenan dan StartUp IBTI Poltek ATI Makassar.
Baca juga:Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp10 Miliar Bangun Jembatan Atapange Barru
"Harapan kami dengan adanya Diklat 3 in 1 bisnis plan ini dapat mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis teknologi yang merupakan pengembangan hasil riset dan/atau inovasi dari masyarakat Kabupaten Barru untuk menjadi generasi pencipta lapangan kerja dan berharap bahwa hasil dari workshop ini dapat meningkatkan jumlah wirausaha industri yang bersertifikat kompetensi siap kerja," kata Basri.
Ia juga berharap keluaran diklat dapat bersama menyediakan lapangan kerja.
Bupati Barru, Suardi Saleh yang membuka diklat ini mengatakan, kegiatan ini meupakan upaya serius pemerintah dalam program pengembangan sumber daya manusia di daerah.
Baca juga:Peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Barru Sudah Capai 98 Persen
"Penyelenggaraan Diklat 3 in 1, sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak pandemi Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah pemutusan hubungan kerja," ujar Suardi Saleh.
Bupati menjabarkan, wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru. Juga mampu menentukan cara produksi baru, menyusun operasi pengadaan produk baru, pemasaran, serta mengatur permodalan untuk menghasilkan sesuatu bernilai tinggi.
"Diklat 3 in 1, dilatih, disertifikasi dan dibimbing untuk mengharapkan supaya tidak saja sebagai tenaga kerja tapi bisa mempekerjakan orang," sebut Suardi.
Baca juga:DPMPTSP Barru Raih Predikat A dari Kemenpan RB, Terbaik di Sulsel
Kegiatan ini diharapkan mencetak wirausaha yang berkarakter dan bermental kewirausahaan. Serta mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang usahanya meliputi kompetensi teknis, manajerial, kreativitas dan inovasi.
Kegiatan ini menurut dia, juga sejalan dengan tujuan Peraturan Presiden RI No 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha, yaitu menciptakan dan mengembangkan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia terdidik dalam menggerakkan perekonomian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Barru, Andi Takdir menyebutkan, kegiatan ini bertujuan menciptakan wirausaha industri yang inovatif, berdaya saing unggul dan mandiri berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca juga:Bupati Barru: 3.000 Hektare Lahan Dibebaskan untuk KEK Pelabuhan Garongkong
Kehadiran diklat ini diharapkan dapat membangkitkan minat berwirausaha dan menjadi ajang menggali ide kreativitas dan inovasi seluruh pengelola IKM dan UMKM, sehingga memiliki aspek kebermanfaatan bagi masyarakat dan Kabupaten Barru ke depan.
Sementara itu, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri berharap lahir ide-ide kreatif dan inovatif dari masyarakat, khususnya dari pengelola IKM dan UMKM, yang selanjutnya lebih dioptimalkan hingga dapat diimplementasikan dalam bentuk proposal bisnis.
Proposal bisnis inilah yang kata Basri bisa diikutkan dalam program inkubasi bisnis di Kampus Politeknik ATI Makassar. Termasuk peluang untuk dapat menjadi mitra bisnis bagi tenan dan StartUp IBTI Poltek ATI Makassar.
Baca juga:Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp10 Miliar Bangun Jembatan Atapange Barru
"Harapan kami dengan adanya Diklat 3 in 1 bisnis plan ini dapat mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis teknologi yang merupakan pengembangan hasil riset dan/atau inovasi dari masyarakat Kabupaten Barru untuk menjadi generasi pencipta lapangan kerja dan berharap bahwa hasil dari workshop ini dapat meningkatkan jumlah wirausaha industri yang bersertifikat kompetensi siap kerja," kata Basri.
Ia juga berharap keluaran diklat dapat bersama menyediakan lapangan kerja.
(luq)
Lihat Juga :