Sejak Ditangkap, 3 Anggota Anarko Mengaku Dapatkan Kekerasan Fisik dari Oknum Polisi
Selasa, 16 Juni 2020 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Riski Rianto, salah seorang terdakwa yang berhasil diwawancara menceritakan penyiksaan sejak penangkapan oleh anggota Polrestro Tangerang tersebut.
"Ya, jadi pas pertama kali saya ditangkap, waktu digerebek, saya tanyakan mana surat penangkapannya. Dikasih surat penangkapan, tapi enggak ada namanya, kosong. Lalu saya dibawa ke Polres," ungkap Riski.
Saat tiba di Polres, Riski mengaku disekap dan tangannya dijerat dengan tali hingga luka. Kepalanya juga disekap dalam kantong kresek, sambil ditanya dan dibentak-bentak. (Baca: Kasus Vandalisme, 3 Terdakwa Anarko Terancam 10 Tahun Penjara)
"Di Polres saya disekap. Tangan saya diikat sampai luka dan kepala saya dimasukin ke dalam kantong kresek. Saya ditanya siapa yang suruh dan yang membiayai, padahal saya jawab inisiasi kami bertiga," jelasnya.Riski pun mengaku sangat menyayangkan di tengah demokrasi ini, kekerasan atas perbedaan pandangan dengan negara masih dilakukan justru oleh alat negera itu sendiri.
"Ya, jadi pas pertama kali saya ditangkap, waktu digerebek, saya tanyakan mana surat penangkapannya. Dikasih surat penangkapan, tapi enggak ada namanya, kosong. Lalu saya dibawa ke Polres," ungkap Riski.
Saat tiba di Polres, Riski mengaku disekap dan tangannya dijerat dengan tali hingga luka. Kepalanya juga disekap dalam kantong kresek, sambil ditanya dan dibentak-bentak. (Baca: Kasus Vandalisme, 3 Terdakwa Anarko Terancam 10 Tahun Penjara)
"Di Polres saya disekap. Tangan saya diikat sampai luka dan kepala saya dimasukin ke dalam kantong kresek. Saya ditanya siapa yang suruh dan yang membiayai, padahal saya jawab inisiasi kami bertiga," jelasnya.Riski pun mengaku sangat menyayangkan di tengah demokrasi ini, kekerasan atas perbedaan pandangan dengan negara masih dilakukan justru oleh alat negera itu sendiri.
(hab)
Lihat Juga :