Sakit dan Sebatangkara, Nenek Ini Dirawat Anggota Satgas Yonif 411 Kostrad
Selasa, 16 Juni 2020 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Sambung Rizky, dalam kondisi sakit dan tidak memiliki sanak saudara di Merauke, setelah meninggalnya sang suami membuat Sumiyati harus tinggal sebatang kara.
Kondisi itu, lanjut Dansatgas, membuat tetangga sekitar rumah dan personel Pos Kout Sota atas perintah Wadansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang, bersama-sama merawat, menjaga dan memperhatikan kondisi kesehatan mbah Ompong.
"Sekitar 3 bulan, sejak tanggal 20 Februari- 1 Mei 2020 beberapa anggota Pos Kout atas perintah Wadansatgas turut merawat dan tinggal bersama Sumiyati yang menumpang di rumah milik warga," terangnya.
Yakni Pratu Ali Ahmad Rifa'i dibantu 4 orang tim kesehatan secara bergantian menjaga dan merawat mbah Ompong, mulai dari memandikan, menyuapi makan, menemani tinggal di rumahnya, serta mengajari Sumiyati belajar jalan secara perlahan. "Sedangkan untuk makannya, sehari-hari hanya mengandalkan dari uluran tangan tetangga sekitar rumah," imbuhnya.
Saat ini kondisi Sumiyati sudah berangsur membaik. Lanjut Rizky, menjelang purna tugas personel Pos Kout Sota dengan berat hati harus berpisah dan tidak bisa turut serta ikut merawat sang nenek lagi. (Baca: Dwi Cahyono, Anak Suku Auyu Papua Jadi Prajurit TNI AD).
Kondisi itu, lanjut Dansatgas, membuat tetangga sekitar rumah dan personel Pos Kout Sota atas perintah Wadansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang, bersama-sama merawat, menjaga dan memperhatikan kondisi kesehatan mbah Ompong.
"Sekitar 3 bulan, sejak tanggal 20 Februari- 1 Mei 2020 beberapa anggota Pos Kout atas perintah Wadansatgas turut merawat dan tinggal bersama Sumiyati yang menumpang di rumah milik warga," terangnya.
Yakni Pratu Ali Ahmad Rifa'i dibantu 4 orang tim kesehatan secara bergantian menjaga dan merawat mbah Ompong, mulai dari memandikan, menyuapi makan, menemani tinggal di rumahnya, serta mengajari Sumiyati belajar jalan secara perlahan. "Sedangkan untuk makannya, sehari-hari hanya mengandalkan dari uluran tangan tetangga sekitar rumah," imbuhnya.
Saat ini kondisi Sumiyati sudah berangsur membaik. Lanjut Rizky, menjelang purna tugas personel Pos Kout Sota dengan berat hati harus berpisah dan tidak bisa turut serta ikut merawat sang nenek lagi. (Baca: Dwi Cahyono, Anak Suku Auyu Papua Jadi Prajurit TNI AD).