Kisruh SBM ITB, Forum Dosen Klaim Sekolah Berhenti Beroperasi
Rabu, 09 Maret 2022 - 11:56 WIB
loading...
Forum Dosen (FD) Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan, SBM ITB tak beroperasi sejak Selasa, 8 Maret 2022. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Forum Dosen (FD) Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan, SBM ITB tak beroperasi sejak Selasa, 8 Maret 2022. Penghentian operasi SBM ITB menyusul kisruh sekolah tersebut yang hingga saat ini tak kunjung selesai.
Perwakilan FD SBM ITB Achmad Ghazali mengatakan, mulai Selasa lalu, proses belajar mengajar tidak dilaksanakan secara luring maupun daring. Namun, mahasiswa diminta untuk belajar mandiri. Tak hanya itu, dengan berbagai pertimbangan, FD SBM ITB juga menyatakan tidak akan menerima mahasiswa baru sampai sistem normal kembali. Baca juga: Kisah Fia, Dosen Unesa Jadi Relawan Bantu Pengungsi Ukraina di Polandia
"Ini karena kebijakan Rektor ITB saat ini tidak memungkinkan SBM ITB untuk beroperasi melayani mahasiswa sesuai standar internasional yang selama ini diterapkan, " jelas dia dalam keterangan resminya.
Menurut dia, hal ini merupakan dampak konflik berkepanjangan setelah Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mencabut hak swakelola SBM ITB tahun 2003 tanpa pemberitahuan dan kesepakatan pihak-pihak yang berkepentingan.
Bahkan, pada 2 Maret 2022, jajaran Dekan SBM ITB yang dipimpin oleh Dekan SBM ITB Utomo Sarjono Putro, Wakil Dekan Bidang Akademik Aurik Gustomo dan Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Reza A Nasution sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Rektor.
Sebenarnya, kata dia, berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik terkait pencabutan hak swakelola SBM ITB. Salah satunya termasuk pertemuan Forum Dosen SBM ITB dengan Rektor beserta Wakil-wakil Rektor pada tanggal 4 Maret 2022, namun masih belum membuahkan hasil.
Perwakilan FD SBM ITB Achmad Ghazali mengatakan, mulai Selasa lalu, proses belajar mengajar tidak dilaksanakan secara luring maupun daring. Namun, mahasiswa diminta untuk belajar mandiri. Tak hanya itu, dengan berbagai pertimbangan, FD SBM ITB juga menyatakan tidak akan menerima mahasiswa baru sampai sistem normal kembali. Baca juga: Kisah Fia, Dosen Unesa Jadi Relawan Bantu Pengungsi Ukraina di Polandia
"Ini karena kebijakan Rektor ITB saat ini tidak memungkinkan SBM ITB untuk beroperasi melayani mahasiswa sesuai standar internasional yang selama ini diterapkan, " jelas dia dalam keterangan resminya.
Menurut dia, hal ini merupakan dampak konflik berkepanjangan setelah Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mencabut hak swakelola SBM ITB tahun 2003 tanpa pemberitahuan dan kesepakatan pihak-pihak yang berkepentingan.
Bahkan, pada 2 Maret 2022, jajaran Dekan SBM ITB yang dipimpin oleh Dekan SBM ITB Utomo Sarjono Putro, Wakil Dekan Bidang Akademik Aurik Gustomo dan Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Reza A Nasution sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Rektor.
Sebenarnya, kata dia, berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik terkait pencabutan hak swakelola SBM ITB. Salah satunya termasuk pertemuan Forum Dosen SBM ITB dengan Rektor beserta Wakil-wakil Rektor pada tanggal 4 Maret 2022, namun masih belum membuahkan hasil.
Lihat Juga :