Monumen Perabuan Tentara Jepang Ditemukan di Kabupaten Maros
Senin, 07 Maret 2022 - 18:12 WIB
loading...
Tiang beton yang diduga monumen perabuan tentara Jepang ditemukan di Kabupaten Maros, Senin (7/3/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
MAROS - Sebuah monumen yang diyakini sebagai monumen perabuan tentara Jepang ditemukan di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Senin (7/3/2022). Monumen ini ditemukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Maros.
Anggota TACB Kabupaten Maros, Muhammad Nur menjelaskan, monumen ini berupa 8 tiang beton persegi 4 yang memiliki inskripsi.
Baca juga:Pemda KBB Tetapkan Gua Pawon dan Observatorium Bosscha Jadi Situs Cagar Budaya
"Situs monumen perabuan tentara Jepang ini merupakan deretan pancangan 8 tiang beton persegi 4 yang memiliki inskripsi," jelas Muhammad Nur.
Dia mengatakan, sisi 8 tiang beton yang memiliki inskripsi hanya di bagian selatan dan utara. Sedangkan sisi timur dan barat saling berdempetan rapat. Deretan tiang beton berinskripsi yang ditemukan tersebut memanjang dari barat ke timur.
"Jadi sisi 8 tiang beton yang ditemukan memiliki inskripsi ini hanya di bagian selatan dan utara, sedangkan sisi timur dan barat saling berdempetan rapat deretan tiang beton berinskripsi yang ditemukan tersebut memanjang dari barat ke timur," ujarnya.
Meskipun kalimat yang dikandung inskripsi tersebut tidak dapat terbaca secara utuh, tetapi berdasarkan karakter aksara, dapat diidentifikasi huruf-hurufnya yang menggunakan aksara kanji dan berbahasa Jepang .
Baca juga:Candi Mataram Kuno Era Mpu Sindok Ditemukan di Malang, Ada Topeng Wajah Manusia dari Gerabah
"Saat dilakukan penelitian kalimat yang dikandung inskripsi tidak dapat terbaca secara utuh, tetapi berdasarkan karakter aksara, dapat diidentifikasi huruf-hurufnya yang menggunakan aksara kanji dan berbahasa Jepang ," katanya.
Monumen perabuan tentara Jepang ini berdiri di lahan perkebunan masyarakat, sekitar 30 meter dari Jalan Poros Maros-Camba. Setelah dilakukan penelitian oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Maros kondisi perabuan tentara Jepang ini masih asli.
"Kondisi monumen perabuan tentara Jepang masih asli. Dari periode pendudukan tentara Jepang di Maros antara tahun 1942-1945, Pada beberapa bagian permukaan beton, baik di sisi selatan maupun sisi barat terdapat pengelupasan bahan sehingga terdapat kerusakan inskripsi sekitar 30% yang menyebabkan tulisan tidak dapat terbaca utuh," jelasnya.
Hingga sekarang, situs ini belum mendapat sentuhan program pelestarian dari lembaga pemerintah. Kondisinya juga berada pada lingkungan terbuka yang setiap saat dapat dikunjungi oleh siapapun.
Baca juga:Penampakan Masjid Kuno Bondan Berusia 600 Tahun di Indramayu Mulai Lapuk
"Satu-satunya langkah pelestarian adalah yang dilakukan masyarakat yang tinggal di sekitar monumen yang biasa membersihkan perkebunan tersebut secara berkala," tambahnya.
Sekadar diketahui hingga sekarang, masyarakat di Kampung Taddeang lokasi ditemukannya monumen perabuan ini masih sering kedatangan rombongan tamu dari Jepang yang ingin melakukan ritual ziarah kubur untuk leluhur mereka.
Anggota TACB Kabupaten Maros, Muhammad Nur menjelaskan, monumen ini berupa 8 tiang beton persegi 4 yang memiliki inskripsi.
Baca juga:Pemda KBB Tetapkan Gua Pawon dan Observatorium Bosscha Jadi Situs Cagar Budaya
"Situs monumen perabuan tentara Jepang ini merupakan deretan pancangan 8 tiang beton persegi 4 yang memiliki inskripsi," jelas Muhammad Nur.
Dia mengatakan, sisi 8 tiang beton yang memiliki inskripsi hanya di bagian selatan dan utara. Sedangkan sisi timur dan barat saling berdempetan rapat. Deretan tiang beton berinskripsi yang ditemukan tersebut memanjang dari barat ke timur.
"Jadi sisi 8 tiang beton yang ditemukan memiliki inskripsi ini hanya di bagian selatan dan utara, sedangkan sisi timur dan barat saling berdempetan rapat deretan tiang beton berinskripsi yang ditemukan tersebut memanjang dari barat ke timur," ujarnya.
Meskipun kalimat yang dikandung inskripsi tersebut tidak dapat terbaca secara utuh, tetapi berdasarkan karakter aksara, dapat diidentifikasi huruf-hurufnya yang menggunakan aksara kanji dan berbahasa Jepang .
Baca juga:Candi Mataram Kuno Era Mpu Sindok Ditemukan di Malang, Ada Topeng Wajah Manusia dari Gerabah
"Saat dilakukan penelitian kalimat yang dikandung inskripsi tidak dapat terbaca secara utuh, tetapi berdasarkan karakter aksara, dapat diidentifikasi huruf-hurufnya yang menggunakan aksara kanji dan berbahasa Jepang ," katanya.
Monumen perabuan tentara Jepang ini berdiri di lahan perkebunan masyarakat, sekitar 30 meter dari Jalan Poros Maros-Camba. Setelah dilakukan penelitian oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Maros kondisi perabuan tentara Jepang ini masih asli.
"Kondisi monumen perabuan tentara Jepang masih asli. Dari periode pendudukan tentara Jepang di Maros antara tahun 1942-1945, Pada beberapa bagian permukaan beton, baik di sisi selatan maupun sisi barat terdapat pengelupasan bahan sehingga terdapat kerusakan inskripsi sekitar 30% yang menyebabkan tulisan tidak dapat terbaca utuh," jelasnya.
Hingga sekarang, situs ini belum mendapat sentuhan program pelestarian dari lembaga pemerintah. Kondisinya juga berada pada lingkungan terbuka yang setiap saat dapat dikunjungi oleh siapapun.
Baca juga:Penampakan Masjid Kuno Bondan Berusia 600 Tahun di Indramayu Mulai Lapuk
"Satu-satunya langkah pelestarian adalah yang dilakukan masyarakat yang tinggal di sekitar monumen yang biasa membersihkan perkebunan tersebut secara berkala," tambahnya.
Sekadar diketahui hingga sekarang, masyarakat di Kampung Taddeang lokasi ditemukannya monumen perabuan ini masih sering kedatangan rombongan tamu dari Jepang yang ingin melakukan ritual ziarah kubur untuk leluhur mereka.
(luq)
Lihat Juga :