BRIN dan ITB Dukung Penemuan Sesar Baru di Sumbar, Ini Rekomendasi BMKG
Minggu, 06 Maret 2022 - 11:41 WIB
loading...
Tampak kondisi saat terjadi gempa bumi di Pasaman Barat beberapa hari lalu. Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Temuan segmen sesar baru di Sumatera Barat, usai gempa bumi mengguncang Pasaman Barat oleh BMKG melalui webinar mendapat dukungan dari sejumlah pakar Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam webinar yang diselenggarakan BMKG, Prof. Sri Widiyantoro dari Institut Teknologi Bandung dan Prof. Danny Hilman Natawidjaja, dari Badan Riset dan Inovasi Nasional sepakat mendukung hasil identifikasi BMKG tersebut.
Dalam webinar tersebut, berdasarkan sebaran titik-titik gempa susulan, pola morfologi serta sebaran kluster titik-titik longsoran pada lereng yang terpotong patahan serta sebaran kluster tingkat kerusakan bangunan yang dipaparkan oleh Kepala Pusat Seismologi Teknik dan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, maka bisa dikatakan bahwa itu merupakan patahan baru.
"Namun memang perlu dilanjutkan dengan kajian yang lebih mendalam, terutama terkait dengan keberadaan dan sebaran "surface rupture" atau robekan permukaan tanah dan batuan sebagai indikasi adanya zona yg terpotong oleh patahan," ujar keduanya.
Sementara itu, terkait penemuan sesar baru tersebut, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mewanti-wanti pemerintah daerah setempat untuk mewaspadai kompleksitas sistem sesar aktif di Sumatera Barat. Menurutnya, penataan ruang memiliki peran besar dalam upaya mitigasi bencana.
Dalam webinar yang diselenggarakan BMKG, Prof. Sri Widiyantoro dari Institut Teknologi Bandung dan Prof. Danny Hilman Natawidjaja, dari Badan Riset dan Inovasi Nasional sepakat mendukung hasil identifikasi BMKG tersebut.
Dalam webinar tersebut, berdasarkan sebaran titik-titik gempa susulan, pola morfologi serta sebaran kluster titik-titik longsoran pada lereng yang terpotong patahan serta sebaran kluster tingkat kerusakan bangunan yang dipaparkan oleh Kepala Pusat Seismologi Teknik dan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, maka bisa dikatakan bahwa itu merupakan patahan baru.
"Namun memang perlu dilanjutkan dengan kajian yang lebih mendalam, terutama terkait dengan keberadaan dan sebaran "surface rupture" atau robekan permukaan tanah dan batuan sebagai indikasi adanya zona yg terpotong oleh patahan," ujar keduanya.
Sementara itu, terkait penemuan sesar baru tersebut, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mewanti-wanti pemerintah daerah setempat untuk mewaspadai kompleksitas sistem sesar aktif di Sumatera Barat. Menurutnya, penataan ruang memiliki peran besar dalam upaya mitigasi bencana.
Lihat Juga :