PWI Tanjungbalai Kecam Aksi Pengeroyokan Wartawan di Madina
Sabtu, 05 Maret 2022 - 14:58 WIB
loading...
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai mengecam keras tindakan premanisme terhadap Jeffry Barata Lubis (42), jurnalis salah satu media di Mandailing Natal (Madina). Foto SINDOnews
A
A
A
TANJUNGBALAI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai mengecam keras tindakan premanisme terhadap Jeffry Barata Lubis (42), jurnalis salah satu media di Mandailing Natal (Madina). Plt Ketua PWI Kota Tanjungbalai, Saufi Simangunsong mendesak aparat kepolisian agar segera mengusut kasus penganiayaan itu karena jelas melanggar hukum.
"Kami berharap Kepolisian dapat mengusut tuntas atas kejadian pengeroyokan terhadap rekan kami Jeffry Lubis wartawan di Madina. Tangkap dan proses semua pelaku, terutama provokator di lokasi yang mengakibatkan terjadinya pemukulan. Jelas ada provokator dan aktor intelektualnya," tegas Saufi, Sabtu (5/3/2022). Baca juga: Ketum PWI Pusat: Wartawan Jangan Merangkap Jadi Anggota LSM
Informasi diperoleh, aksi penganiayaan terhadap Jeffry Lubis terjadi pada Jumat (4/3) di Coffee Shop di Panyabungan pukul 19.30 WIB. Diduga pelakunya sejumlah oknum dari salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Madina. Penganiayaan diduga kuat terkait pemberitaan tambang emas ilegal di Madina yang belakangan kerap diberitakan media di Madina.
Akibat penganiayaan itu, Jeffry mengalami luka di wajah dan di kaki. Saat ini Jeffry bersama sejumlah jurnalis melaporkan tindakan pemukulan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Madina.
"Kami berharap Kepolisian dapat mengusut tuntas atas kejadian pengeroyokan terhadap rekan kami Jeffry Lubis wartawan di Madina. Tangkap dan proses semua pelaku, terutama provokator di lokasi yang mengakibatkan terjadinya pemukulan. Jelas ada provokator dan aktor intelektualnya," tegas Saufi, Sabtu (5/3/2022). Baca juga: Ketum PWI Pusat: Wartawan Jangan Merangkap Jadi Anggota LSM
Informasi diperoleh, aksi penganiayaan terhadap Jeffry Lubis terjadi pada Jumat (4/3) di Coffee Shop di Panyabungan pukul 19.30 WIB. Diduga pelakunya sejumlah oknum dari salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Madina. Penganiayaan diduga kuat terkait pemberitaan tambang emas ilegal di Madina yang belakangan kerap diberitakan media di Madina.
Akibat penganiayaan itu, Jeffry mengalami luka di wajah dan di kaki. Saat ini Jeffry bersama sejumlah jurnalis melaporkan tindakan pemukulan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Madina.
Lihat Juga :