Kesaksian Warga Terjebak Macet Puncak-Jakarta 12 Jam: Hanya Bisa Makan Gorengan
Senin, 28 Februari 2022 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan di sini dia harus mematikan mesin kendaraannya hanya untuk menghemat bahan bakar. Selama stuck di Jalan Raya Puncak, Edi juga merasakan bagaimana rasa lapar yang mengampiri.
Sedangkan tidak ada yang berjualan makanan hanya ada tukang gorengan. “Terpaksa saya beli gorengan dan air menieral hanya untuk menahan lapar,” ujarnya.
Kemacetan yang terjadi juga membuat beberapa orang lainnya harus mematikan mesin kendaraannya dan turun hanya sekadar melepas penat. Tidak hanya itu banyak anak-anak dan balita yang memang tidak betah dengan kemecatan tersebut.
Kesulitan yang dialami selama kemacetan seperti tidak adanya toilet serta banyak masyarakat yang terpakasa menahan lapar hanya dengan memakan jajanan yang ada.
Menurut dia, kemacetan baru terurai sekitar pukul 22.00 WIB itu juga hanya jalan merayap."Jam 12.00 siang keluar dari vila, sampai di rumah Senin (28/2/2022) pukul 01.30 WIB," ucapnya.
Sedangkan tidak ada yang berjualan makanan hanya ada tukang gorengan. “Terpaksa saya beli gorengan dan air menieral hanya untuk menahan lapar,” ujarnya.
Kemacetan yang terjadi juga membuat beberapa orang lainnya harus mematikan mesin kendaraannya dan turun hanya sekadar melepas penat. Tidak hanya itu banyak anak-anak dan balita yang memang tidak betah dengan kemecatan tersebut.
Kesulitan yang dialami selama kemacetan seperti tidak adanya toilet serta banyak masyarakat yang terpakasa menahan lapar hanya dengan memakan jajanan yang ada.
Menurut dia, kemacetan baru terurai sekitar pukul 22.00 WIB itu juga hanya jalan merayap."Jam 12.00 siang keluar dari vila, sampai di rumah Senin (28/2/2022) pukul 01.30 WIB," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :